Cirebon Raya Sepekan: Amukan Sungai Cisanggarung Rendam Cirebon Timur

Posted on

Cirebon

Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) pekan ini. Mulai dari banjir rendam Cirebon dan Majalengka hingga jumlah kematian ikan dewa di Kuningan yang terus bertambah.

Berikut rangkuman berita Cirebon Raya pekan ini

1. OJK Cabut Izin BPR Bank Cirebon

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-12/D.03/2026 tertanggal 9 Februari 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha Perumda BPR Bank Cirebon.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan sebelum keputusan ini diambil, OJK menemukan permasalahan serius dalam tata kelola dan integritas pengelolaan bank.

“Sehingga hal itu berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha bank,” kata Agus, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal masalah teridentifikasi, OJK telah menjalankan seluruh kewenangan pembinaan dan pengawasan secara optimal. Di antaranya melalui peningkatan intensitas pengawasan, pemberian sanksi administratif, perintah untuk melakukan atau tidak melakukan tindakan tertentu, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen, hingga pengawalan rencana penyehatan.

“Namun hingga batas waktu yang ditetapkan, kondisi BPR tidak menunjukkan perbaikan yang memadai,” kata dia.

Karena itu, pada tanggal 2 Agustus 2024, OJK telah menetapkan Perumda BPR Bank Cirebon sebagai BPR dalam status pengawasan BPR Dalam Penyehatan (BDP) karena memiliki rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) kurang dari 12 persen serta Tingkat Kesehatan (TKS) dengan predikat Tidak Sehat.

“Namun demikian, pengurus dan pemegang saham Perumda BPR Bank Cirebon tidak dapat melakukan penyehatan BPR,” kata dia.

Lebih lanjut, kata Agus, LPS kemudian memutuskan untuk tidak melakukan penyelamatan terhadap Perumda BPR Bank Cirebon. LPS kemudian meminta OJK mencabut izin usaha bank tersebut.

“Menindaklanjuti permintaan LPS tersebut dan memperhatikan ketentuan Pasal 19 POJK Nomor 28 Tahun 2023, OJK melakukan pencabutan izin usaha (CIU) Perumda BPR Bank Cirebon,” kata dia.

Dengan pencabutan izin usaha ini, OJK mengimbau nasabah Perumda BPR Bank Cirebon agar tetap tenang. Dana masyarakat di perbankan, termasuk BPR, dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nasabah Perumda BPR Bank Cirebon agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin oleh LPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Agus.

2. Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Majalengka, 55 Rumah Terdampak

Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Majalengka pada Rabu (11/2/2026) malam. Sejumlah wilayah terdampak di antaranya Desa Bonang (Kecamatan Panyingkiran), Desa Kadipaten (Kecamatan Kadipaten), dan salah satu desa di Kecamatan Kertajati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, air mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 19.30 WIB. Ketinggian air bervariasi, dengan titik terdalam mencapai sekitar 1 meter.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Majalengka, Rezza Permana, menyampaikan bahwa banjir dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung sejak sore hari.

“Dapat saya informasikan, akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak tadi sore di wilayah Kabupaten Majalengka, tiga kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Panyingkiran, Kadipaten, serta Kertajati mengalami banjir. Terutama di wilayah Kecamatan Panyingkiran yang menyebabkan sekitar 55 rumah terendam,” kata Rezza kepada.

Rezza menambahkan, penyebab utama banjir adalah luapan Sungai Cilutung akibat hujan deras yang berlangsung hampir lima jam. “Penyebab utama banjir hari ini adalah luapan Sungai Cilutung karena hujan dengan intensitas cukup tinggi berlangsung sekitar hampir lima jam lebih di wilayah Kabupaten Majalengka,” jelasnya.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan evakuasi.

“Alhamdulillah tim gabungan sudah melaksanakan penanganan kedaruratan di lapangan. Unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, serta perangkat desa dan kecamatan juga melakukan proses evakuasi terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak, terutama warga yang rentan terhadap banjir,” ujarnya.

Mengenai jumlah desa terdampak, BPBD masih melakukan pendataan mendalam. Namun, data sementara mencatat ada tiga desa yang terendam. “Untuk desa yang terdampak kami masih data sementara, saat ini ada tiga desa. Kami masih terus memperbarui data terkait banjir di wilayah Kabupaten Majalengka,” ucap Rezza.

3. Jari Terjebak di Kaleng Susu, Siswi SMA Minta Bantuan Damkar

Seorang siswi SMA di Kabupaten Kuningan bernama Pina Rahayu Ningsih (18) mengalami musibah setelah meminum susu kemasan kaleng. Pasalnya, jari manis yang ada di tangan kanannya terjebak di dalam kaleng susu hingga mengalami pembengkakan.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma memaparkan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/2/2026). Kala itu, korban sedang meminum susu kaleng. Setelah habis, ia malah iseng memasukkan jarinya ke dalam lubang kaleng susu.

Namun, saat mau dilepaskan, jari korban tersangkut. Meski sudah mencoba dengan berbagai macam cara, tetap saja jari Pina masih sulit untuk dilepaskan. Ia bersama temannya kemudian mendatangi Kantor UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan.

“Saat jam istirahat korban meminum susu kaleng. Lalu korban iseng memasukkan jari tangan ke dalam lubang kaleng susu, tapi pada saat mau dilepaskan, jari tangan tersangkut dan tidak bisa keluar sehingga mengalami pembengkakan. Sudah coba melepaskannya secara mandiri pakai minyak dan alat, namun tidak bisa. Akhirnya sekitar pukul 09.25 WIB korban mendatangi kantor Damkar untuk meminta bantuan,” tutur Arga. Kamis (12/2/2026).

Sesampainya di kantor, jari siswa tersebut langsung ditangani oleh dua orang petugas Damkar. Kondisi lubang kaleng yang sempit dan keras membuat petugas mengalami kesulitan. Meski sempat mengalami kesulitan, petugas berhasil melepaskan kaleng susu tersebut dari jari korban.

“Dikarenakan celah yang sempit dan kaleng yang keras sehingga petugas harus hati-hati dalam penanganannya, karena bisa melukai korban. Untuk caranya pakai alat potong khusus. Jari tangan baru bisa dilepaskan setelah 30 menit penanganan,” tutur Arga.

4. Jumlah Ikan Dewa yang Mati Mendekati 1.000 Ekor

Jumlah kematian Ikan Dewa di Balong Keramat Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, terus melonjak. Hingga Kamis (12/2/2026), atau dua pekan sejak kasus pertama ditemukan, tercatat 961 ekor ikan mati di lokasi tersebut.

“Sudah 961 yang mati sisa 200an ikan dewa. Untuk totalnya setelah dipisahkan ada sekitar 1.200 ikan lebih,” tutur Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan, Deni, Kamis (12/2/2026).

Berdasarkan hasil uji laboratorium, ribuan ikan tersebut mati akibat serangan cacing parasit dan bakteri Aeromonas. Bakteri ini membuat ikan mudah sakit dan mati secara perlahan dengan karakteristik penyebaran yang cepat serta merata.

“Setelah hasil lab dari Bandung keluar ternyata kematian ikan yang terus terjadi disebabkan karena bakteri Aeromonas. Jadi selain disebabkan karena parasit juga disebabkan karena bakteri Aeromonas. Cukup berbahaya, karena ketika sudah terkena bakteri tersebut hampir 80 sampai 100 persen ikan itu mati secara perlahan.Dan semua itu terkontaminasi,” tutur Deni.

Munculnya bakteri Aeromonas ini sebut Deni ipicu oleh buruknya sistem pengelolaan air kolam yang dibiarkan selama bertahun-tahun.

“Kita bisa lihat di lapangan bahwa air yang ada di sini merupakan air yang menggenang dengan kedalaman rendah. Jadi air tidak memiliki pembuangan bawah adanya pembangunan atas. Padahal, yang dibutuhkan adalah pembuangan bawah untuk menguras air dan zat kotor yang ada di bawah,” tutur Deni.

Guna mencegah kematian massal berlanjut, pihaknya kini mengisolasi ikan yang sakit maupun yang sehat sebelum dipindahkan ke kolam karantina. Di lokasi, tampak sejumlah ikan dewa dimasukkan ke dalam bak khusus untuk diberi garam dan suplai oksigen.

Tak jauh dari bak isolasi, beberapa bangkai Ikan Dewa tampak bergelimpangan. Di dekatnya, terdapat kolam khusus bagi ikan yang masih bertahan hidup dengan dua pompa air yang terus menyuplai oksigen ke dalam kolam.

“Ikan yang ada baik yang sakit ataupun tidak kita simpan dulu dalam bak isolasi untuk di treatment selama enam jam dan diberikan antibiotik serta garam, sebelum dilepaskan ke dalam kolam khusus. Berharap bakteri yang ada itu mati. Mudah-mudahan yang masih ada yang bisa diselamatkan,” tutur Deni.

5. 1.505 Warga Terdampak dan Ratusan Rumah Terendam Banjir

Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sejak Kamis (12/2/2026) malam dan mengakibatkan 1.505 warga terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Hadi Eko menjelaskan bahwa banjir dipicu hujan berintensitas tinggi dengan durasi cukup lama, baik di wilayah hulu maupun hilir sungai.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisangarung meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. “Peristiwa banjir terjadi di tiga kecamatan yakni Pasaleman, Ciledug, dan Losari,” ujar Hadi, Jumat (13/2/2026).

Ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter. Genangan tertinggi dilaporkan terjadi di Desa Ciledug Wetan.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 485 kepala keluarga (KK) atau 1.505 jiwa terdampak banjir tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 150 jiwa sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman ketika debit air berada di puncaknya.

“Tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia dalam peristiwa ini,” tegasnya.

Selain berdampak pada warga, sedikitnya 388 unit rumah dilaporkan terendam air di tiga desa terdampak. BPBD juga mencatat adanya kerusakan infrastruktur berupa satu titik tembok penahan tanah yang rusak ringan akibat tergerus arus.

Tak hanya itu, satu jembatan dan satu ruas jalan turut terdampak genangan air sehingga sempat menghambat aktivitas dan akses warga.

Saat ini, kondisi genangan di sebagian wilayah dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca masih berpotensi hujan.