Subang –
Hati-hati saat asmara datang menawarkan janji manis, apalagi jika dibalut pamer jabatan mentereng. Di Subang, kisah cinta IL berakhir tragis. Bukan karena perpisahan biasa, melainkan penipuan yang menguras habis hartanya.
Wanita tersebut terpedaya pesona MSA alias B, pria yang datang bak pangeran dengan status sosial tinggi. Mengaku sebagai staf khusus Gubernur Jawa Barat, MSA sukses membuat IL terbuai. Namun, di balik seragam dan jabatan yang ia banggakan, tersimpan niat jahat untuk memperkaya diri sendiri.
Romansa palsu itu akhirnya terbongkar setelah korban sadar uang ratusan jutanya raib tak berbekas. Satreskrim Polres Subang pun bergerak cepat meringkus sang “Don Juan” gadungan tersebut di persembunyiannya, wilayah Bekasi.
“Kami berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial MSA,” ujar Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono dalam ekspos kasus di Mapolres Subang, Jumat (6/2/2024).
Dony membeberkan bagaimana MSA memainkan perannya dengan rapi. Bermula dari perkenalan biasa, komunikasi intens dibangun hingga korban merasa nyaman dan sepakat menjalin hubungan asmara. Saat kepercayaan sudah di tangan, MSA mulai melancarkan aksinya.
“Dalam perjalanan hubungan tersebut, tersangka mulai meminta sejumlah uang dan barang kepada korban dengan berbagai alasan,” ucap Dony.
Alasannya terdengar meyakinkan; mulai dari butuh modal usaha, pengadaan alat podcast, jual beli mobil, hingga yang paling menyentuh hati korban: dana persiapan pernikahan. Agar korban tak ragu, MSA terus memoles citranya sebagai pejabat penting.
“Untuk meyakinkan korban, tersangka mengaku sebagai staf khusus Gubernur Jawa Barat dan menunjukkan perilaku seolah memiliki jabatan resmi,” kata Dony.
Akibat bujuk rayu tersebut, IL menyerahkan segalanya. Mulai dari uang tunai yang ditransfer bertahap senilai Rp 5 juta, Rp 11 juta, Rp 38 juta, hingga Rp 150 juta. Tak hanya itu, sepeda motor dan perhiasan emas milik korban pun ikut amblas.
“Total kerugian korban mencapai sekitar Rp 250 juta,” ungkap Dony merinci dampak kejahatan tersebut.
Fakta mengejutkan lainnya terungkap setelah MSA tertangkap. Ternyata, IL bukan satu-satunya wanita yang menjadi korban petualangan cinta palsu MSA. Pria ini diduga pemain lama yang kerap mencatut nama pejabat daerah untuk menipu.
“Hasil pendalaman penyidik juga mengungkap adanya korban lain dengan modus serupa di wilayah Kabupaten Cianjur, di mana tersangka kembali mengaku sebagai staf khusus pejabat pemerintah daerah,” beber Dony.
Kini, MSA harus melupakan gaya hidup mewahnya dan mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Kapolres Subang memastikan tidak ada toleransi bagi penipu yang merusak rasa aman warga.
“Kami berkomitmen memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum kepada masyarakat. Setiap kejahatan yang merugikan warga akan kami tindak tegas hingga tuntas,” tegas Dony.
“







