Cirebon –
Kebocoran pipa PDAM Tirta Giri Nata di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, membuat distribusi air bersih terganggu dan berdampak pada puluhan ribu pelanggan. Sejumlah warga mengeluhkan aliran air yang terhenti, sementara PDAM memastikan perbaikan akan segera dilakukan.
Salah seorang warga Kota Cirebon Dika mengaku menjadi salah satu pelanggan yang terdampak akibat kebocoran pipa tersebut. Ia mengatakan, sejak kebocoran terjadi, aliran air ke rumahnya terhenti.
Kondisi itu membuat kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Dika mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk untuk mandi.
“Ini sampai nggak mandi gara-gara airnya nggak ada” kata dia di Kota Cirebon, kamis (5/2/2026).
Ia berharap kebocoran pipa tersebut segera diperbaiki. Dengan begitu, aliran air ke rumah warga bisa kembali normal. “Nggak tahu juga ini sampai kapan perbaikannya,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata, Sopyan Satari, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap pipa yang mengalami kebocoran. Ia menyebut lokasi kebocoran sudah diketahui dan perbaikan akan segera dilakukan.
“Alhamdulillah pipanya sudah kelihatan, dan permasalahan atau lokasi kebocorannya sudah kelihatan. Mudah-mudahan bisa segera ditangani,” ucap Sopyan.
Sopyan memperkirakan proses perbaikan pipa yang bocor tersebut akan memakan waktu sekitar satu hingga dua hari, bergantung pada kondisi cuaca. Setelah perbaikan rampung, masih ada tahapan normalisasi yang diperkirakan memakan waktu satu minggu.
“Kalau cuacanya mendukung paling satu sampai dua hari. Habis itu ada normalisasi, biasanya satu minggu. Normalisasi itu begini, pekerjaannya sudah selesai, airnya dialirkan, itu biasanya ada udara. Nah buangin udara di sepanjang jalur, kemudian yang ada di pelanggan, nah itu baru normal kembali. Biasanya satu minggu normalisasinya,” kata dia.
Ia mengatakan, kebocoran pipa ini berdampak pada banyak pelanggan. Menurutnya, jumlah pelanggan yang terdampak mencapai puluhan ribu. “Yang terdampak kurang lebih sekitar 30.000 pelanggan,” ucap Sopyan.
Sopyan juga mengakui adanya keluhan dari pelanggan akibat gangguan distribusi air tersebut. Untuk mengatasi hal itu, pihaknya menyiapkan layanan pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki.
“Memang banyak keluhan yang masuk, dan kami menyiapkan pelayanan lewat pengiriman mobil tangki,” kata dia.
Diketahui, pipa PDAM Kota Cirebon mengalami kebocoran di kawasan Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (4/2) malam. Peristiwa kebocoran tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial.
Dalam video itu, terlihat air menyembur cukup deras dari lokasi yang mengalami kebocoran. Aliran air bahkan tampak mengalir hingga ke ruas jalan di sekitar kawasan tersebut.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon membenarkan kejadian tersebut. Informasi itu disampaikan melalui akun Instagram resmi PDAM Tirta Giri Nata, @tirtagirinatacirebon.
Melalui keterangan yang diunggah, PDAM menyebut kebocoran terjadi pada pipa transmisi DCIP berdiameter 600 mm. Akibat kebocoran tersebut, aliran air minum kepada pelanggan untuk sementara waktu mengalami gangguan.
“Sehubungan dengan kebocoran pipa transmisi DCIP diameter 600 mm di wilayah Plangon, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pekerjaan tersebut mengakibatkan aliran air minum untuk sementara akan mengalami gangguan,” tulis PDAM dalam keterangannya.







