Cerita Pengusaha Kue Majalengka Kebanjiran Order Jelang Lebaran

Posted on

Majalengka

Bulan Ramadan membawa berkah bagi para pelaku usaha kue kering di Kabupaten Majalengka. Permintaan kue untuk persiapan Lebaran meningkat tajam, bahkan pesanan sudah berdatangan sejak sebelum bulan puasa.

Hal tersebut dirasakan Dian Ratnawati, pengusaha kue asal Kelurahan Babakan Jawa, Majalengka, sekaligus pemilik Dian Cookies & Bakery. Dian mengatakan pesanan kue untuk Lebaran sudah mulai berdatangan sejak sebelum bulan puasa.

“Pesanan sudah mulai dari sebelum bulan puasa. Kita buka PO dulu, sekarang ini minggu terakhir PO, jadi tinggal diambilin saja sama yang sudah pesan,” kata Dian kepada , Sabtu (7/3/2026).

Saat ini, pembeli hampir setiap hari datang untuk mengambil pesanan. Selain itu, ada juga pelanggan yang langsung membeli dari stok yang tersedia. “Tiap hari ada yang ngambil, ada juga yang beli langsung. Stok sekarang sudah mulai menipis, nanti minggu depan kita bikin lagi buat stok terakhir,” ujarnya.

Dian menyebut usaha kue kering yang sudah dijalankannya selama lima tahun ini memproduksi sekitar 10 jenis kue. Namun, ia tetap mempertahankan jenis yang paling diminati pelanggan.

“Jenisnya ada sekitar 10 macam, seperti nastar, putri salju, kastengel, nori cheese, pizza cookies, kue kacang sampai palm cheese. Tapi kita memang fokus yang best seller saja,” ungkapnya.

Dari berbagai jenis tersebut, tiga kue klasik masih menjadi favorit pelanggan setiap tahun. “Yang paling laku itu nastar, kastengel sama putri salju. Sekarang malah sudah habis, jadi mau bikin lagi,” jelas Dian.

Menariknya, meski beberapa bahan baku mengalami kenaikan harga, Dian memilih tidak menaikkan harga jual. Ia mengaku ingin menjaga loyalitas pelanggan yang sudah lama membeli produknya. “Ada bahan yang naik, tapi harga kita tetap sama. Biar menjaga pelanggan saja,” katanya.

Harga kue yang dijual berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per stoples. Sementara untuk paket bingkisan (hampers), Dian Cookies & Bakery menyediakan beberapa pilihan. “Ada hampers isi dua atau tiga toples, ada juga yang satu toples pakai mika atau tas anyaman. Kalau hampers satu itu harganya sekitar Rp95 ribu,” ujarnya.

Tingginya permintaan juga membuat Dian harus menambah tenaga kerja untuk membantu proses produksi. “Sekarang kita tambah karyawan jadi lima orang,” kata dia.

Dian mengaku tren penjualan Ramadan tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau dibanding tahun kemarin, sekarang lebih meningkat. Kira-kira (meningkat) sekitar 50 persen,” ujarnya.

Mayoritas pembeli berasal dari wilayah Majalengka. Namun, ada juga pesanan yang datang dari luar daerah seperti Bandung hingga Bekasi. “Kebanyakan dari Majalengka, tapi ada juga yang pesan dari Bandung sama Bekasi,” ucapnya.

Untuk promosi, Dian mengandalkan media sosial seperti Instagram dan Facebook. Melalui platform tersebut, pelanggan bisa langsung memesan kue yang diinginkan. “Promosinya lewat Instagram sama Facebook saja,” pungkasnya.