Bandung –
Flyover Mochtar Kusumaatmadja atau dulu yang dikenal sebagai Flyover Pasupati, Kota Bandung, sepekan ini memunculkan perbincangan di media sosial. Bukan karena bentuk konstruksinya yang elegan, namun soal cerita percobaan bunuh diri yang terjadi belakangan ini.
Beruntungnya, percobaan bunuh diri itu bisa digagalkan. Sebab jika tidak, upaya tersebut akan menambah daftar panjang kejadian kelam di Flyover Pasupati yang tercatat menimbulkan sejumlah korban.
Percobaan bunuh diri itu tercatat terjadi pada Jumat, 27 Februari 2026 siang. Dalam video di TikTok yang viral, terlihat ada seorang bapak-bapak dengan celana hitam dan kemeja putihnya yang kemudian sedang ditenangkan beberapa orang yang memakai jaket ojek online (ojol).
Dani Setiawan (42) jadi salah satu saksi mata yang menyelamatkan bapak-bapak tersebut. Dalam perbincangannya dengan , Dani membeberkan bahwa bapak-bapak itu berhasil ia selamatkan setelah mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Flyover Pasupati.
Jadi saat itu, Dani sedang berkeliling untuk mencari orderan. Dari arah Gedung Sate, Dani tiba-tiba punya firasat yang kuat akan terjadi kejadian memilukan di flyover, hingga membuatnya memacu kendaraannya naik ke jembatan layang.
Setibanya di atas, tepat di dekat kawasan Balubur, Tamansari, firasat Dani tak meleset. Di pinggir flyover, dia melihat bapak-bapak tersebut sedang menelepon seseorang tapi dengan gerak-gerik yang mencurigakan.
Dani pun mendekat ke arah bapak-bapak tersebut. Sepintas, dia mendengar teriakan yang samar-samar dari orang itu dengan kalimat nekat mau mengakhirnya hidupnya.
“Jadi pas awal saya lihat, bapak-bapak ini lagi nelepon sambil teriak-teriak gerus tangannya pegangan ke besi flyover. Terus pas saya lebih deket, sepintas saya denger dia teriak-teriak ‘Saya udah enggak betah, saya udah enggak kuat sama kamu. Kamu kurang, kurang dan kurang. Kalau gini saja, saya ingin mengakhiri hidup saya. Bilangnya seperti itu,” kata Dani saat berbincang dengan , Selasa (3/3/2026).
Tak butuh pikir panjang, Dani langsung memutar balikkan motor tunggangannya di Flyover Pasupati. Meski sempat diklakson oleh pengemudi mobil di belakang yang terkejut dengan manuvernya secara tiba-tiba, Dani kemudian memberi penjelasan yang membuat orang itu akhirnya memakluminya.
Motor lalu Dani parkirkan. Dengan jarak puluhan meter, Dani langsung berlari dan memegang erat-erat tubuh si bapak-bapak itu agar tidak nekat melakukan aksi bunuh diri.
“Saya deketin, motor saya pinggirin, langsung saya tarik si bapaknya yang lagi nangis sejadi-jadinya. Dari situ saya ajak ngobrol, saya coba tenangin,” ungkap Dani mengingat kembali kejadian ini.
Aksinya, ternyata mengundang perhatian banyak orang yang sedang melintas di flyover. Bahkan beberapa orang memvideokan kejadian itu hingga akhirnya viral di sejumlah media sosial.
Karena situasinya sudah tak kondusif, Dani lalu membawa bapak-bapak tersebut menjauh dari lokasi kejadian. Di Indomart Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Dani akhirnya bisa menenangkan bapak itu sembari menanyakan kenapa nekat hendak bunuh diri.
Dari sejumlah video yang viral, bapak-bapak ini sempat dinarasikan sebagai seseorang yang sedang mencari kerja. Namun banyak yang menduga, dia berulang kali menemui kebuntuan dan akhirnya mendorongnya untuk mengakhiri hidupnya.
Namun setelah Dani telusuri, narasi ini salah besar. Dani menanyakan langsung ke bapak-bapak tersebut, bahkan soal alasan dia nekat punya niat untuk bunuh diri.
Korban Ternyata Abdi Negara
Bapak-bapak itu kata Dani, ternyata merupakan pegawai dengan status abdi negara di salah satu lembaga pemerintahan. Niat bunuh diri muncul karena bapak-bapak tersebut sedang dilanda masalah dengan keluarganya, yang menurut Dani begitu sensitif untuk diceritakan kembali kepada publik.
“Karena di flyover udah mulai banyak yang video, saya akhirnya bawa ke Jalan Cihampelas. Di situ saja ajak bapak-bapaknya ngobrol, karena bapak itu bukan mengalami masalah perekonomian,” ucap Dani.
“Ternyata dia lagi ada problem sama keluarga, masalah pribadi. Pasangannya pencemburu katanya,” beber Dani.
Terlepas apapun itu masalahnya, Dani punya pesan untuk warga yang lain agar jangan coba-coba punya niat bunuh diri saat dilanda masalah yang besar. Sebab di hari itu, menurut informasi Dani, ada dua kali percobaan pembunuhan dengan lokasi yang sama.
Kemudian keesokan harinya, Sabtu, 28 Februari 2026, ada upaya bunuh diri yang dilakukan seorang ibu-ibu. Sementara sebelumnya, dua orang pria meninggal dunia karena bunuh diri pada 31 Oktober 2025 dan 10 Februari 2026.
“Harapan saya buat saudara-saudara, masyarakat atau orang di luar sana, berpikiran lah yang positif. Karena kita semuanya masyarakat Bandung yang melewati Jembatan Pasupati ini enggak mungkin kita fokus lihat orang yang berdiri di pinggir jalan,” katanya.
“Nah di situ lah, harus bisa menenangkan diri, harus bisa berpikir positif, cari temen yg bisa diajak ngobrol. Jangan sampai kita menyempitkan pikiran untuk melakukan tindakan yang ekstrem kayak bunuh diri.”
“Sebaik-baiknya orang, sejahat-jahatnya orang, itu enggak akan terlepas dari dosa. Semua orang memang akan meninggal dunia, tapi tidak dengan cara bunuh diri. Jadi mohon, untuk ke depannya, temen-temen, rekan-rekan, mohon berpikiran yang jernih, jangan sampai sekali-kali melakukan percobaan bunuh diri,” pungkasnya.
