Cerita Agus Rela Berbagi Ruang Motor dengan Kandang Burung

Posted on

Subang

Mendekati hari Lebaran, masyarakat mulai memadati jalur mudik. Hal ini terlihat dari meningkatnya volume kendaraan di ruas jalan utama Pantura Subang dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Sejumlah pemudik motor tampak beristirahat di berbagai titik, mulai dari SPBU, tempat ibadah, hingga pinggir jalan yang rindang untuk berteduh.

memantau kondisi pemudik motor yang beristirahat di SPBU Ciasem, Subang. Mereka memarkirkan kendaraan di sejumlah titik, bahkan beberapa di antaranya sibuk merapikan barang bawaan yang tampak berlebih.

Agus, salah satu pemudik tujuan Tegal, menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor bersama anaknya. Namun, sang anak terpaksa duduk berhimpitan dengan tumpukan barang. Posisi duduk bocah tersebut sangat sempit, terjepit di antara barang bawaan di bagian belakang dan ayahnya yang mengemudi di depan.

Kondisi ini berisiko membuat pengemudi dan penumpang cepat lelah, yang tentu membahayakan keselamatan selama perjalanan. Menurut Agus, ia terpaksa membawa barang-barang tersebut karena merupakan kebutuhan yang harus dibawa ke kampung halaman.

“Barang bawaan banyak ya ada oleh-oleh, ada baju Lebaran, ada makanan buat di kampung,” ujar Agus ditemui saat merapihkan barang bawaannya, Sabtu (14/03/2026).

Agus juga menjelaskan alasannya membawa kandang burung yang diikat di bagian belakang hingga menutupi pelat nomor motornya. Kandang berisi burung itu sengaja dibawa karena ia khawatir hewan peliharaannya mati kelaparan jika ditinggal.

“Iya bawa kandang burung kenari, buat hiburan sama takut mati kalo di tinggal,” ungkapnya.

Sementara itu, Agus mengaku perjalanan dari Jakarta hingga memasuki wilayah Subang relatif lancar tanpa hambatan berarti. Kondisi jalan pun dinilai sudah layak dilintasi.

“Lancar sih, cuma di Bekasi ada macet karena ada kecelakaan sedikit. Paling 5 jam lagi sampai Tegal,” pungkasnya.