Bandung –
Mudik Lebaran 2026 sudah di depan mata, jalur Bandung-Tasikmalaya masih menjadi primadona khusus nya bagi pemudik yang memiliki tujuan ke wilayah Priagan Timur. Belum lama ini melakukan pemantauan jalur mudik tersebut. Dari mulai Bandung yang diawali Bunderan Cibiru, hingga perbatasan Tasikmalaya-Ciamis.
Untuk Bunderan Cibiru sendiri, menjadi simpul utama yang menghubungkan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan AH Nasution menuju Jalan Cileunyi. Kepadatan arus lalu lintas juga kerap terjadi di titik tersebut karena terjadi bottle neck atau penyempitan jalur.
Lalu saat memasuki Jalur Cileunyi, lajur menyempit menjadi dua lajur, selain itu hambatan-hambatan lalu lintas di kawasan Cileunyi kerap terjadi di persimpangan jalan menuju perumahan dan pusat-pusat perbelanjaan. Kondisi jalan di kawasan Cibiru dan Cileunyi relatif baik.
Sementara itu, untuk di ruas Jalan Bandung-Garut, hambatan lalu lintas terjadi di kawasan Industri Sumedang tepatnya di Jatinangor dan Cimanggung di mana di ruas jalan itu terdapat banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan
Selain itu, banyak pengendara lalu lintas khususnya pengendara roda dua yang melawan arus lalin sehingga membahayakan pengendara lain. Masih di titik itu, banyak kendaraan umum yang ngetem dan menutup bahu jalan.
Hambatan kembali terpantau di Tanjakan Nagrog, Cicalengka, karena kontur menanjak terjadi pelambatan arus lalu lintas di titik itu. Juga rel kereta api (KA) yang ada di kawasan Nagreg, turut menjadi hambatan lalu lintas di jalan ini.
Usai melintasi Perlintasan KA Nagreg, kita harus berhati-hati karena banyak turunan di ruas jalan itu. Kondisi jala cukup baik, namun konturnya selain menurun juga berkelok.
Untuk ruas Jalan Limbangan-Malangbong, hambatan yang akan ditemui di anataranya pasar dan rel KA. Salah satunya aktivitas di Pasar Limbangan, menjadi salah satu hambatan dan membuat pelambatan arus lalu lintas. Hal serupa juga terjadi di Pasar Lewo dan Pasar Malangbong.
Sama dengan kawasan Nagreg, sepanjang Jalan Limbangan-Malangbong kontur jalannya menanjak, menurun dan berkelok, terutama di kawasan Gentong. Sedangkan untuk rel kereta api, ada Perlitasan KA Cipendeuy dan Ciawi.
Hambatan Lalu Lintas Akan Diantisipasi Polisi
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya akan antisipasi hambatan-hambatan lalu lintas yang terjadi di ruas jalan tersebut.
“Tempat-tempat yang disebutkan tadi memang secara infrastruktur, berpotensi terjadinya kepadatan, karena turunan, itu juga tanjakan, dan ada rel kereta api dan sebagainya, pasar semuanya. Itu memang komponen-komponen yang mempengaruhi kelancaran lalu lintas,” kata Rudi, Minggu (1/3/2026).
Rudi sebut jika pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah khsusunya dalam antisipasi kepadatan lalu lintas yang disebabkan oleh angkutan umum.
“Tapi kita sudah mengantisipasi itu, termasuk juga kerja sama dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi untuk misalnya ada angkot, andong yang kira-kira akan menghalangi, itu kita minta kerjasamanya supaya pada masa mudik lebaran mereka dapat bekerja melayani masyarakat dengan ketertiban sesuai dengan yang kita harapkan supaya lancar,” pungkasnya.
