Bandung –
Ngabuburit merupakan kegiatan rutin yang dilakukan umat Islam di bulan puasa di Indonesia, begitupun di Kota Bandung. Tak hanya menunggu waktu berbuka puasa, kegiatan ngabuburit yang dilakukan masyarakat salah satunya adalah berburu takjil.
Bagi Anda yang memiliki hobi mencari spot takjil di Kota Bandung, tempat penjual takjil di Jalan Griya Cempaka Arum, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung bisa menjadi pilihan. Lokasi ini berdekatan dengan Stadion GBLA dan Masjid Al-Jabbar.
Mulai dari gerbang masuk di Jalan Cimincrang hingga kawasan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, terdapat puluhan pedagang takjil yang berjejer rapi di kawasan tersebut.
berkesempatan mengunjungi tempat penjualan takjil di kawasan ini, mulai dari makanan ringan, makanan berat, hingga beragam minuman tersedia.
Makanan yang dijual para pedagang di antaranya bermacam-macam gorengan seperti gehu, cireng, bala-bala, kroket, goreng tempe, goreng pisang, cilok, cimol, cilor hingga sempol ayam. Ada juga dimsum, batagor, bakso tahu, mi bakso, cuanki, gudeg, ayam goreng, sate, kupat tahu, dan lainnya.
Selain itu, ada juga penjual es buah, es teler, jus, macam-macam kolak, cendol, cincau, es kelapa muda, sekoteng, es pisang ijo, dan lainnya.
Saat berkunjung ke kawasan tersebut, berkesempatan berbincang dengan salah satu pedagang yakni Aisah, penjual pecel. Sambil melayani pembeli, Aisah menyebutkan bahwa dia berjualan hingga puasa selesai.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Jualan sampai puasa selesai. Saya warga sini, setiap tahun rutin jualan di sini,” katanya kepada, Minggu (1/2/2026).
Aisah mengaku, dia berjualan setiap hari selama Bulan Ramadhan. Sementara jika bukan Bulan Ramadhan, Aisah hanya berjualan di hari Minggu saja.
“Kalau biasanya jualan hari Minggu saja di SOR GBLA,” ujarnya.
Ditanya mengenai antusiasme pembeli takjil di tempatnya, Aisah menyebutnya luar biasa.
“Alhamdulillah ya, setiap hari ramai. Ada-lah buat bekal lebaran,” ucap Aisah.
Pedagang lainnya, Indri mengatakan, jika dia berjualan basreng. Menurutnya, di bulan Ramadhan ini dia mendapatkan banyak keberkahan.
“Alhamdulillah selalu habis, kalau sisa, itu juga sedikit dan saya bagikan,” ujar Indri.
Kepada, Indri mengungkapkan keuntungan setiap hari. “Rp150-200 ribu bisa dapat, itu keuntungan bersih. Hari biasa juga dapat segitu, cuman waktunya lama dari pagi sampai sore, kalau sekarang pas momen puasa dari ashar sampai magrib,” jelas Indri.
Indri menyebut, sebetulnya sehari-hari suaminya yang berjualan basreng. Namun pada bulan puasa, ia ikut membantu karena suaminya kerepotan.
“Kalau suami goreng saya ngebungkus, ya gitu aja gantian. Oh iya, saya juga gak setiap hari jualan di sini, kadang di Sapan atau di Adipura, muter supaya pembelinya beda-beda. Kalau diem di satu tempat, warga suka bosan, ujungnya gak abis dagangannya,” tutur Indri.
Sementara itu, salah satu pengunjung bernama Mas Rian mengatakan, dia kerap membeli takjil di kawasan Cempaka Arum.
“Rumah saya di Adipura, suka cari takjil ke sini, sambil ajak anak dan istri ngabuburit. Pedagangnya banyak dan makanannya beragam,” ujar Mas Rian.
Selain suka membeli takjil di kawasan Cempaka Arum, dia juga kerap membeli takjil ke wilayah lainnya.
“Kalau hari ini di sini, besok di depan Adipura, terus ke Panyilekan atau ke Ujungberung bahkan ke Riung Bandung dan Margahayu. Ke mana saja, gimana keinginan anak dan istri,” pungkasnya.
