Karawang –
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengunjungi balita korban penganiayaan oleh seorang pria di salah satu hotel di Karawang. Ia memastikan korban ditangani secara intensif serta mengawal proses hukum terhadap pelaku.
“Saya hari ini mengecek bayi warga kita yang diduga jadi korban kekerasan, kondisinya sudah tertangani di RSUD Karawang. Saya pastikan ini ditangani intesif, serta saya minta supaya Polres Karawang menindak tegas pelaku,” kata Aep, saat kunjungan di RSUD Karawang, Sabtu (14/2/2026).
Tak sekadar mengecek kondisi korban, ia juga memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk melakukan pendampingan psikologis terhadap keluarga korban.
“Saya juga telah meminta kepala dinas DP3A, agar selain proses hukum juga ada pendampingan dari sisi psikologis keluarga korban,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang balita diduga menjadi korban kekejian hanya karena menangis saat ditinggal ibunya. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di sebuah kamar hotel yang menjadi lokasi penganiayaan terhadap balita berusia 2,5 tahun tersebut.
Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menuturkan, saat kejadian, sang ibu tengah menginap bersama kekasihnya, IP (30). Sang ibu membawa buah hatinya ke salah satu hotel di Karawang Barat tersebut.
Alasan di balik kekerasan itu tergolong sepele namun fatal. Pelaku gelap mata hanya karena tak sanggup mendengar tangisan korban yang merupakan anak dari kekasihnya tersebut.
“Korban mengalami luka serius berdasarkan hasil visum, saat ini korban tengah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan. Pemicunya hak sepele, korban saat itu menangis ditinggal ibunya, tapi pelaku tak mau mendengar kebisingan sehingga menganiaya korban di dalam kamar,” ungkap Wildan.
Aep menerangkan lebih lanjut, bayi tersebut mengalami luka lebam di bagian wajah. Selain itu, lidah korban dilaporkan robek akibat digunting oleh pelaku menggunakan tang.
“Ini tergolong sadis, bayi dihajar, mukanya lebam, lidahnya robek katanya digunting pake tang oleh pelaku,” ungkap Aep.
Di samping meninjau kondisi korban, Aep juga berencana memfasilitasi ibu korban agar bisa bekerja dan mencari nafkah secara mandiri untuk anaknya.
“Saya dengar ibunya ini janda, jadi saya berencana untuk memfasilitasi ibunya bekerja melalui Disnakertrans, nanti biar ibunya ini bisa mencari nafkah mandiri. Saya pastikan pengobatan sampai sembuh, dan pelaku supaya dihukum setimpal,” pungkasnya.







