Karawa –
Suasana duka yang mendalam menyelimuti kediaman keluarga korban di Perumahan Citra Kebun Mas, Desa Bengle, Kabupaten Karawang usai kecelakaan maut di Jalan Irigasi Bendasari.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyempatkan waktu bertakziah. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas pejabat, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memastikan masa depan anak-anak yang mendadak kehilangan pegangan hidup akibat kecelakaan maut tersebut.
Aep juga memboyong Ketua TP PKK, Sekretaris Daerah, hingga Kepala Dinas Perhubungan untuk memberikan sandaran moral bagi keluarga yang ditinggalkan di tengah badai ujian ini.
Langkah Aep kemudian berlanjut ke RSUD Karawang untuk menjenguk salah satu anak korban yang masih berjuang pulih dari luka serius.
Perhatian khusus tertuju pada Syifa, sang putri sulung yang ditemui Aep di rumah duka. Di usianya yang masih muda, Syifa kini harus berdiri tegak menghadapi kenyataan pahit.
“Saya malam ini telah bertakziah, dan menengok salah satu korban yang mengalami luka serius, saya juga berbincang dengan putri sulungnya, Syifa, ia kini menjadi tulang punggung keluarga setelah kepergian kedua orang tua dan adik bungsunya,” kata Aep, usai bertakziyah di rumah duka, Senin (16/2/2026).
Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan tidak akan membiarkan Syifa berjuang sendirian. Aep menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah konkret untuk menyambung napas ekonomi keluarga tersebut.
“Karena Syifa sudah lulus sekolah, kami akan fasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan segera setelah Hari Raya Idulfitri, sebuah ikhtiar agar ia mampu menopang kebutuhan adik-adiknya,” kata dia.
Tak hanya soal urusan dapur, masa depan pendidikan adik Syifa menjadi prioritas setelah Aep mengetahui sang anak memiliki cita-cita mulia menjadi penghafal Al-Qur’an.
“Adiknya Syifa masih remaja, katanya mau jadi penghafal Al-Quran, kami akan mendukung penuh pendidikannya di pesantren. Mimpi sang anak tidak boleh ikut terkubur bersama tragedi yang menimpa orang tuanya,” ucap Aep.
Di hadapan anak-anak yang kini yatim piatu tersebut, Aep memberikan suntikan motivasi agar mereka tetap tegar menatap hari esok.
Ia menegaskan pemerintah dan masyarakat Karawang akan selalu hadir sebagai keluarga besar yang siap memberikan dukungan, memastikan mereka tetap bisa melanjutkan kehidupan dengan layak meski tanpa dekapan orang tua.
“Keluarga ini tidak boleh kehilangan harapan, kami hadir sebagai keluarga besar dan akan memastikan mereka yang ditinggalkan tetap bisa melanjutkan hidup layak,” ungkapnya.
Sebagai langkah preventif agar tragedi serupa tidak terulang, Aep menuturkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang mengambil keputusan tegas.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Jalur alternatif Irigasi Bendasari menuju Jalan Raya Rawagabus diputuskan untuk ditutup secara permanen. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi terhadap aspek keselamatan jalan yang dinilai berisiko tinggi dan mengancam nyawa warga yang melintas,” pungkasnya.







