Buku dan Pulpen Tak Terbeli yang Sisakan Duka Mendalam di Ngada

Posted on

Bandung

Informasi ini mengandung konten sensitif terkait bunuh diri. Jika Anda merasakan gejala depresi, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan mental.

1. Kronologi dan Latar

Belakang Kejadian Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR (10 tahun) ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon cengkeh di belakang tempat tinggalnya di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT. Korban ditemukan oleh warga yang hendak mengikat ternak di kebun nenek korban.

• Pemicu: Pada malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya dan meminta uang untuk membeli buku tulis dan pulpen. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena ibunya tidak memiliki uang.

• Kondisi Keluarga: Ibu korban hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit dan harus menghidupi lima anak seorang diri setelah berpisah dengan suaminya sekitar 10 tahun lalu.

• Tempat Tinggal: Sejak usia satu tahun tujuh bulan, YBR tinggal terpisah dari ibunya. Ia tinggal bersama neneknya yang berusia 85 tahun di sebuah pondok bambu berukuran 2×3 meter. Saat kejadian, neneknya sedang tidak berada di pondok karena menginap di rumah tetangga untuk bekerja memecahkan kemiri.

2. Surat Terakhir Korban

Di lokasi kejadian, ditemukan sepucuk surat berbahasa Bajawa yang dikonfirmasi polisi ditulis oleh korban. Surat tersebut berisi curahan hati YBR kepada ibunya (Mama Reti) yang menyertakan gambar anak yang sedang menangis. Isi surat tersebut antara lain:

• Menyebut ibunya pelit (“Mama Galo Zee“).

• Meminta ibunya untuk tidak menangisinya dan tidak mencarinya jika ia meninggal.

3. Respons Pemerintah Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan dukacita mendalam dan mengakui peristiwa ini sebagai kegagalan pemerintah (provinsi hingga tingkat bawah) dalam mendeteksi serta mencegah masalah sosial yang dialami warganya.

• Gubernur menyebut kejadian ini sebagai “tamparan keras bagi kemanusiaan” dan sistem pemerintahan.
• Ia berjanji akan membahas persoalan ini dengan para bupati dan wali kota agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.