Bukan Sekadar Kolak, Kedai Cerita Manis Jadi Buruan Lintas Generasi

Posted on

Di balik hiruk-pikuk Pasar Cihapit yang selalu hidup sejak pagi, terselip sebuah kios kecil yang kerap dikerubungi pembeli. Aroma santan hangat dan gula merah yang legit menguar, seolah memanggil siapa pun yang melintas untuk berhenti sejenak. Namanya Cerita Manis, sebuah kedai bubur manis dan kolak tradisional yang belakangan viral menjadi perbincangan.

Kios Cerita Manis buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB, berlokasi tepat di sebelah Warung Nasi Bu Eha. Sejak pagi, antrean kecil mulai terbentuk. Banyak pelanggan sengaja datang lebih awal demi mendapatkan isian kolak yang lengkap sebelum beberapa varian ludes menjelang siang.

Di balik etalase, berderet panci besar berisi aneka bubur tradisional warna-warni yang menggugah selera. Harganya pun ramah di kantong, mulai dari Rp18.000 untuk porsi kecil hingga Rp25.000 untuk porsi besar.

Sasa adalah sosok di balik ramainya kios ini. Dengan cekatan, tangannya menyendok bubur sumsum lembut ke dalam mangkuk, disusul guyuran santan dan aneka pilihan lainnya. Meski baru menetap di Cihapit sekitar setahun lalu, nama Cerita Manis melesat menjadi primadona.

“Sebelum buka kios di sini, saya sering ikut bazar dan berbagai acara. Saya pilih jualan di sini karena dekat rumah dan sering belanja di sini juga. Waktu itu saya lihat belum ada yang jualan kolak di pasar ini. Jadi, kenapa tidak?” ujar Sasa saat berbincang dengan infoJabar.

Meski tergolong baru, tantangan yang dihadapi Sasa tidak ringan. Lingkungan pasar yang dinamis menuntutnya bergerak cepat. “Tantangan berjualan di sini adalah kecepatan. Pelayanan harus ‘sat-set’ karena pelanggan tidak mau menunggu terlalu lama,” tambahnya.

Sasa tetap mempertahankan resep turun-temurun yang tidak banyak diubah. Ciri khasnya terletak pada cara pengolahan gula dan santan. “Gula di sini sudah menyatu dengan masing-masing variannya, bukan cuma di kuahnya saja. Kuahnya juga tidak terlalu kental, tapi gurih,” jelas Sasa.

Namun, resep hebat saja tidak cukup. Sasa menerapkan standar kualitas ketat untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Segala proses memasak dilakukan secara terpusat di dapur utama sebelum dikirim ke kios pasar demi menjaga higienitas.

“Untuk rasa, kita harus konsisten. Setiap pagi, semua menu wajib dicicipi satu per satu sebelum dijual. Kami tidak pernah mengandalkan resep tertulis saja tanpa dicicipi langsung. Karena kami menggunakan bahan alami, kualitas ubi bisa berbeda-beda, jadi pengolahannya harus segar setiap hari,” tuturnya.

Cerita Manis tidak hanya menarik perhatian ibu-ibu yang sedang berbelanja. Berkat kekuatan media sosial, kios ini justru menjadi destinasi wajib bagi anak muda. Dua pengunjung pagi itu, Nasia dan Prita, tampak antusias mengantre.

Nasia mengaku tahu tempat ini dari aplikasi TikTok. “Kelihatannya enak banget di video, dan ini pertama kalinya aku ke sini bareng teman,” ujar Nasia.

Menurutnya, atmosfer Pasar Cihapit memang berbeda. “Pasar ini sangat ramai dibanding pasar lain. Banyak kuliner yang bikin orang tertarik datang ke sini,” tambahnya.

Nasia memesan menu variatif, candil, pisang, bubur sumsum, ketan hitam, hingga lemu pandan yang hijau menggoda. Sementara itu, temannya, Prita, datang membawa misi dari sang ibu.

“Sebenarnya aku ke sini karena disuruh Mama. Mama datang dari Kalimantan dan ingin mencoba bubur ini setelah lihat di TikTok. Pas datang ke sini, ternyata seramai ini,” kata Prita sambil tertawa.

Bagi infoers yang ingin berkunjung, disarankan datang lebih pagi. Popularitas kios ini telah menciptakan antrean panjang di koridor pasar. Pada akhir pekan, pelanggan harus bersabar karena antrean bisa mencapai 100 orang.

Pilihan menunya sangat beragam, mulai dari candil, bubur jali, hingga varian unik seperti sagu rangi dan lemu pandan. Tersedia pula Es Campur Medan dan Es Campur Taiwan yang menyegarkan.

Menutup perbincangan, Sasa berharap usahanya terus berkembang dengan menjaga kualitas sebagai kunci utama. “Strategi kami tetap mempertahankan resep asli. Masukan dari pelanggan selalu kami dengar untuk memperbaiki sistem,” tutupnya.

Cerita Manis membuktikan bahwa di tengah zaman yang serba instan, rasa yang diolah dengan hati dan tradisi akan selalu punya tempat istimewa. Jadi, sudahkah infoers mencicipi Cerita Manis?

Dari Bazar ke Sudut Pasar

Magnet bagi Generasi Z

Menu yang Bicara Lewat Rasa

Gambar ilustrasi