Jakarta –
Data terbaru dari wahana antariksa Juno mengungkapkan bahwa dimensi planet Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dibandingkan angka yang selama ini tercantum dalam berbagai referensi akademis. Temuan ini diperoleh melalui pengukuran presisi tinggi menggunakan metode radio occultation, yang kemudian dipublikasikan secara resmi dalam jurnal Nature Astronomy.
Selama beberapa dekade, ukuran Jupiter didasarkan pada data observasi era wahana Pioneer dan Voyager pada tahun 1970-an. Namun, instrumen mutakhir pada Juno memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur radius serta morfologi Jupiter dengan tingkat ketelitian yang belum pernah dicapai sebelumnya dalam sejarah astronomi.
Berdasarkan hasil analisis terbaru, jari-jari khatulistiwa Jupiter kini diperkirakan berada pada angka 71.488 kilometer, atau sekitar 4 kilometer lebih kecil dari nilai konvensional. Sementara itu, jarak dari kutub ke kutub tercatat sekitar 66.842 kilometer, yang berarti 12 kilometer lebih kecil dari estimasi terdahulu.
Data ini sekaligus mengonfirmasi bahwa Jupiter memiliki bentuk yang lebih pipih di bagian kutub dibandingkan asumsi yang beredar selama ini. Salah satu penulis studi tersebut, Yohai Kaspi, ilmuwan planet dari Weizmann Institute of Science, menekankan signifikansi temuan ini bagi dunia pendidikan dan pengembangan sains.
“Buku pelajaran perlu diperbarui. Ukuran Jupiter tentu tidak berubah, tetapi cara kita mengukurnya kini jauh lebih akurat,” kata Kaspi sebagaimana dikutip dari Science Alert.
Menurut tim peneliti, pembaruan angka-angka ini bukan sekadar koreksi minor. Presisi data tersebut sangat krusial dalam membantu penyempurnaan model interior Jupiter, memahami pengaruh rotasi cepat terhadap bentuk planet raksasa gas, serta meningkatkan pemahaman mengenai proses pembentukan dan evolusi planet serupa, baik di dalam maupun di luar Tata Surya.
Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa objek langit yang paling sering dipelajari sekalipun tetap dapat memberikan kejutan ilmiah ketika diukur kembali menggunakan teknologi modern yang lebih mumpuni.
Artikel ini sudah tayang di, baca selengkapnya di sini.
Peneliti Astronomi Temukan ‘Kembaran’ Jupiter Dekat Tata Surya“







