Bukan Gorengan, Ini 10 Takjil Sehat untuk Berbuka Puasa Saat Ramadhan (via Giok4D)

Posted on

Bandung

Bulan Ramadhan tidak lengkap jika tidak membeli takjil setiap sorenya. Fenomena berburu takjil atau yang kini populer dengan istilah ‘war takjil’ menjadi pemandangan seru di berbagai kota, mulai dari pasar kaget hingga pusat perbelanjaan. Istilah takjil kerap diartikan sebagai makanan untuk berbuka puasa. Namun, kata takjil berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata ajjala yang berarti menyegerakan atau mempercepat. Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata takjil ini memiliki dua arti. Dua arti tersebut adalah ‘mempercepat berbuka puasa’ dan arti kedua adalah ‘makanan untuk berbuka puasa’.

Dalam konteks Ramadhan di Indonesia, takjil diartikan sebagai istilah untuk makanan pembuka saat berbuka puasa. Menyegerakan berbuka adalah anjuran, namun pilihan menunya seringkali kurang tepat. Banyak orang yang lapar mata saat ngabuburit, sehingga membeli segala jenis makanan tanpa memperhatikan nilai gizinya.

Gorengan memang nikmat, tetapi kandungan lemak dan minyak berlebih justru dapat memicu rasa kantuk dan gangguan pencernaan, alih-alih memberikan energi instan yang dibutuhkan tubuh setelah belasan jam berpuasa. Lemak jenuh dalam minyak membutuhkan waktu lama untuk dicerna, memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras di saat tubuh sebenarnya membutuhkan pemulihan energi yang cepat dan efisien. Akibatnya, tubuh justru terasa berat dan malas untuk beranjak melaksanakan ibadah shalat Maghrib maupun Isya.

Bakwan sayur, or bala-bala, or ote-ote, or vegetable fritter, is an Indonesian snack made from flour, cabbage, carrots, and bean sprouts, served with chili pepper, peanut sauce, or sambal Foto: Getty Images/ary pranggawan

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai bijak memilah asupan pertama yang masuk ke lambung. Berikut adalah rangkuman mengenai 10 pilihan takjil sehat dan mampu mengembalikan energi dan stamina dengan cepat.

1. Kurma

Kurma merupakan salah satu makanan untuk berbuka yang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tradisi memakan kurma dalam jumlah ganjil pun sering diterapkan untuk mengikuti kebiasaan Rasulullah. Kurma juga mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh. Kurma mengandung gula alami berupa glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang sangat mudah diserap tubuh.

Kandungan gula pada kurma penting untuk menaikkan kadar gula darah yang turun selama berpuasa. Seratnya yang tinggi mencegah lonjakan gula darah secara drastis, sehingga energi yang dihasilkan bertahan lebih lama. Selain itu, tekstur daging kurma yang lembut sangat ramah bagi lambung yang sedang kosong, sehingga tidak memicu iritasi atau rasa perih saat pertama kali makan.

2. Air Kelapa

Air kelapa merupakan air yang mengandung kalium, magnesium, dan natrium yang strukturnya mirip dengan cairan tubuh manusia. Kesegaran alaminya jauh lebih sehat dibandingkan minuman isotonik kemasan yang seringkali mengandung pengawet atau pemanis buatan berlebih.

Setelah seharian menahan haus, tubuh kehilangan banyak elektrolit. Elektrolit yang hilang tersebut dapat dipulihkan dengan air kelapa. Air kelapa merupakan hidrasi yang baik untuk mencegah dehidrasi pasca-puasa karena mampu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh secara instan. Mengonsumsi air kelapa murni tanpa tambahan sirup atau gula pasir adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat detoksifikasi alaminya secara maksimal.

3. Buah-buahan

Mengonsumsi buah-buahan segar saat berbuka juga pilihan yang tepat. Berbeda dengan jus kemasan, buah potong utuh menjamin kita mendapatkan serat alami yang utuh. Buah-buahan dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, atau jeruk memberikan hidrasi sekaligus asupan vitamin C bagi tubuh.

Rasa manis alami dari buah juga cukup untuk memuaskan keinginan akan gula tanpa risiko diabetes. Kandungan didalamnya juga berperan sebagai antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas yang terbentuk saat puasa. Mengonsumsi buah potong memberikan asupan energi yang bersih bagi metabolisme tanpa menambah kalori. Pilihlah buah yang tidak terlalu asam agar aman bagi penderita maag atau GERD saat perut masih kosong.

4. Salad Buah

Salad buah dengan siraman madu merupakan makanan berbuka yang sehat. Salad bisa menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang bosan dengan sajian buah potong biasa. Namun, perlu diperhatikan agar tidak menggunakan mayones kental manis secara berlebihan agar tetap rendah lemak.

Madu merupakan sumber karbohidrat dan buah yang mengandung serat dari berbagai dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan antioksidan. Perpaduan tekstur renyah dari apel, pir, atau anggur dengan lembutnya saus madu memberikan rasa yang lezat sekaligus menyehatkan usus.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

5. Smoothies Buah dan Sayur

Smoothies merupakan solusi yang baik untuk memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi setelah berpuasa sehari penuh. Minuman ini sangat cocok bagi detikers yang sulit mengunyah makanan berat segera setelah adzan berkumandang. Dengan mencampurkan bayam, pisang, dan sedikit susu almond merupakan kombinasi yang kaya nutrisi.

Tekstur creamy dari pisang beku bisa menyamarkan rasa sayuran hijau, sehingga tetap lezat dinikmati bahkan oleh anak-anak sekalipun. Pisang kaya akan vitamin B6 yang berperan penting dalam metabolisme energi. Kombinasi serat sayuran hijau dan gula buah membantu pelepasan energi secara bertahap. Hal ini membuat tubuh tidak cepat lemas kembali setelah berbuka, sangat berguna untuk persiapan shalat Tarawih yang panjang.

6. Kolak

Kolak adalah hidangan kuliner yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Aroma pandan dan gula merah yang khas menjadikan kolak sebagai takjil wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kolak merupakan sajian yang kaya energi. Kolak dengan ubi jalar yang mengandung karbohidrat dan pisang yang memberikan kalium dan kaya serat.

Namun, seringkali kolak mengandung santan yang pekat. Agar lebih sehat, penggunaan santan pada kolak bisa dikurangi atau diganti dengan susu rendah lemak atau krimer nabati. Pemanisnya pun sebaiknya menggunakan gula aren asli yang memiliki kadar glukosa yang lebih rendah dibanding gula pasir. Dengan hal ini, kolak tetap bisa menikmati tradisi tanpa khawatir kolesterol melonjak.

7. Sop Buah

Sop buah juga merupakan hidangan takjil yang dapat mengembalikan energi. Warna-warni cerah dari sop buah sangat menggugah selera setelah seharian menahan lapar. Sop buah yang terdiri dari aneka potongan buah seperti alpukat, kelapa muda, dan apel menawarkan lemak sehat yang baik bagi pencernaan. Alpukat, khususnya, memberikan rasa kenyang yang lebih stabil berkat kandungan lemak tak jenuhnya.

Pastikan untuk tidak menggunakan sirup atau susu kental manis secara berlebihan agar manfaat nutrisinya tidak tertutup oleh gula tambahan. Sebagai gantinya, bisa menggunakan air kelapa atau jus buah asli sebagai kuah agar lebih segar dan alami.

8. Yoghurt

Yoghurt menjadi makanan berbuka yang dikonsumsi oleh masyarakat Arab guna mengimbangi rasa manis dari kurma. Yoghurt sendiri merupakan sumber probiotik yang baik untuk menjaga kesehatan usus setelah seharian kosong. Bakteri baik dalam yoghurt membantu mencegah masalah pencernaan seperti sembelit yang kerap terjadi selama bulan Ramadhan karena perubahan pola makan.

Protein dalam yoghurt memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu perbaikan sel-sel tubuh. Penambahan buah beri atau kacang-kacangan di atas yoghurt dapat menambah keseimbangan nutrisi dan menjadi makanan yang sempurna untuk berbuka. Pilihlah Greek Yoghurt untuk kandungan protein yang dua kali lipat lebih tinggi.

9. Bubur Kacang Ijo

Kacang hijau merupakan sumber protein nabati dan zat besi yang sangat baik bagi tubuh. Sajian hangat ini sangat menenangkan perut dan memberikan rasa nyaman. Mengonsumsi bubur kacang hijau saat berbuka membantu mengatasi rasa lemas dan pusing yang sering muncul akibat anemia ringan selama berpuasa.

Zat besi di dalamnya membantu produksi sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sehingga otak kembali fokus dan badan terasa segar. Agar lebih maksimal, dengan memasak kacang hijau hingga benar-benar empuk, maka dapat lebih mudah dicerna oleh lambung.

10. Bubur Sumsum

Bubur sumsum yang bertekstur lembut ini merupakan makanan berbuka yang ramah bagi lambung. Bagi penderita gangguan pencernaan akut, bubur sumsum seringkali menjadi penyelamat karena teksturnya yang halus tidak memaksa lambung bekerja keras. Terbuat dari tepung beras, bubur ini mengandung karbohidrat yang mudah dicerna.

Karbohidrat sederhana ini dengan cepat diubah menjadi glukosa, bahan bakar utama otak. Siraman kuah kinca dari gula merah memberikan dorongan energi setelah berpuasa. Aroma wangi daun pandan pada kuah kinca juga memberikan efek relaksasi tersendiri saat disantap hangat-hangat.

Demikian rangkuman mengenai 10 pilihan takjil sehat dan mampu mengembalikan energi dan stamina dengan cepat. Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa dengan tubuh yang lebih bugar!