Bandung –
Persib Bandung dipastikan tak akan didampingi pelatih kepala mereka, Bojan Hodak saat menjamu Madura United pada pekan ke-23 Super League 2025/26. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (26/2/2026) malam.
Pelatih asal Kroasia itu harus menepi akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Kartu kuning terakhir ia terima saat Persib menghadapi Persita Tangerang di laga sebelumnya.
Saat itu, Bojan terlihat melayangkan protes keras kepada wasit di menit-menit akhir karena menganggap waktu pertandingan telah selesai. Protes tersebut berujung kartu kuning yang membuat koleksinya genap menjadi empat.
Sesuai regulasi kompetisi, empat kartu kuning otomatis berbuah larangan mendampingi tim satu pertandingan. Artinya, duel kontra Madura United harus dijalani Maung Bandung tanpa sosok yang selama ini berdiri di tepi lapangan memberi instruksi langsung.
Absennya Bojan tentu menjadi ujian tersendiri bagi Persib. Apalagi, pertandingan kandang di GBLA selalu menyimpan tekanan dan ekspektasi besar dari bobotoh.
Di sisi lain, Bojan tetap bisa menyiapkan tim selama sesi latihan jelang pertandingan. Strategi dan pendekatan taktik diyakini sudah dirancang sebelumnya, tinggal bagaimana tim pelatih menerjemahkannya di lapangan saat laga berlangsung.
Bojan sebelumnya memprediksi pertandingan melawan Madura United tak akan berjalan mudah. Ia menyebut tim tamu akan tampil defensif demi meredam agresivitas Persib di kandang sendiri.
“Seperti semua tim yang datang ke sini untuk melawan kami, mereka biasanya akan menerapkan taktik parkir bus. Jadi pertandingan ini tidak akan mudah, akan cukup sulit. Kami harus sabar, sangat sabar dalam membangun permainan,” katanya.







