Indramayu –
Memasuki hari ke-15 Ramadan, geliat belanja di sejumlah pusat niaga di Indramayu mulai meningkat. Salah satu titik yang paling padat diserbu pembeli adalah Pasar Sandang Jatibarang yang berlokasi di Jalan Mayor Dasuki, Kecamatan Jatibarang.
Pasar sandang yang akrab disapa “Pasar Minggonan” ini hanya beroperasi setiap Rabu dan Minggu. Tak heran, pasar ini sudah sangat ramai meski baru memasuki pertengahan Ramadan.
Sejak Rabu (4/3/2026) pagi, lapak-lapak pakaian dipadati pengunjung yang berburu busana muslim, baju koko, hingga aneka gamis untuk persiapan Idulfitri.
Ragam pilihan model dan harga yang bersahabat menjadikan pasar ini favorit warga. Bahkan, sejumlah warga dari berbagai daerah di Indramayu rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan busana Lebaran berkualitas dengan harga terjangkau.
Salah satunya adalah Juni’ah (40), warga Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, yang datang bersama adiknya menggunakan sepeda motor.
Ia sengaja meluangkan waktu di pertengahan Ramadan guna menghindari puncak kepadatan pada pekan terakhir menjelang Lebaran.
“Sengaja, sih, karena kalau akhir-akhir mau lebaran, tuh, ramai banget. Ini saja sudah padat,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Pantauan di lokasi pada siang hari, suasana di Pasar Sandang Jatibarang tampak berjubel. Lalu-lalang pengunjung padat merayap di blok pasar yang diapit dua deretan lapak pedagang yang saling berhadapan.
Pilihan pakaian di Pasar Sandang Jatibarang sangat beragam. Tak hanya busana muslim, tersedia pula pakaian anak-anak, busana pria dan wanita, hingga pakaian santai dengan kualitas yang bersaing dengan pasar modern.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Selain Juni’ah, juga menemui Slamet Riyadi (37), warga Desa Muntur, Kecamatan Losarang. Ia datang memboyong istri dan anak perempuannya yang masih berusia 5 tahun.
Slamet konsisten berbelanja kebutuhan busana Idulfitri di Pasar Sandang Jatibarang sejak kecil. Baginya, harga di pasar tradisional jauh lebih ramah di kantong ketimbang di pusat perbelanjaan modern.
“Dari dulu saya ke sini sama bapak sama ibu, sampai sekarang saya sudah berkeluarga. Sekarang saya rutin ke sini sama keluarga saya ini, sudah jadi kebiasaan kalau mau lebaran nyari baju di sini karena kita butuh bajunya banyak, untuk saya, istri, dan anak, jadi pengen nyari yang murah-murah saja,” kata dia saat ditemui usai berbelanja.
“Perbandingannya gini saja, saya di sini belanja dapat baju koko, kemeja lengan panjang, dan celana jeans, kalau di pasar modern uang untuk beli tiga pakaian itu paling cuma dapat satu pakaian saja, itu pun dapatnya yang paling murah,” lanjutnya.
Slamet menambahkan, variasi model yang ditawarkan pedagang cukup mengikuti tren. Hal itu membuatnya yakin bahwa produk di Pasar Sandang Jatibarang tidak kalah saing dengan mal atau pasar modern.
Ramainya Pasar Sandang Jatibarang di pertengahan Ramadan menjadi potret antusiasme masyarakat menyambut Idulfitri. Di tengah suasana ibadah, berburu busana baru tetap menjadi tradisi yang melekat bagi warga Indramayu menjelang hari kemenangan.







