Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan keterangan mengenai dentuman keras dan cahaya kemerahan misterius di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Senin malam.
Keduanya memiliki pandangan yang berbeda terkait penyebab terjadinya fenomena misterius tersebut.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Supartoyo, Penyelidik Bumi Utama PVMBG, mengatakan dentuman dan cahaya kemerahan di langit itu diduga dipicu oleh fenomena energi elektromagnetik.
“Diduga berkaitan dengan fenomena atmosfer dan geofisika,” kata dia, Selasa.
Namun, dia mengaku memang belum mengetahui penyebab fenomena energi tersebut. “Untuk pemicunya belum tahu, karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya memicu hal ini,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BMKG Jabar Teguh Rahayu mengatakan pada Senin malam tidak terjadi aktivitas kegempaan dan petir.
“Berdasarkan data dari BMKG Bandung tidak ada aktivitas kegempaan dan petir yang tercatat di daerah tersebut,” ucap dia.
Menurut dia, kejadian dentuman dan cahaya misterius itu disebabkan oleh aktivitas manusia.
“Kejadian tersebut bisa diakibatkan dari aktivitas buatan manusia,” kata dia.
Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi mengatakan pihaknya masih menelusuri informasi suara dentuman dan cahaya di kawasan Puncak yang membuat warga resah.
“Kami sedang cari info. Sumber dentuman dan cahayanya dari mana. Kami harap warga tetap tenang. Tidak boleh panik, tapi tetap waspada,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur dihebohkan dengan suara dentuman dan kilatan cahaya misterius pada Senin malam. Hal itu pun membuat warga resah dan bersiaga.
Informasi yang dihimpun, dentuman keras itu terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Suara dentuman itu bahkan terdengar di berbagai wilayah di kawasan Puncak Cianjur, mulai dari Kecamatan Cipanas hingga Pacet.
Tidak hanya suara dentuman, warga juga melihat cahaya berwarna kemerahan di langit wilayah utara Cianjur tersebut.
“Awalnya terdengar suara dentuman keras. Kemudian ada cahaya berwarna kemerahan. Kebetulan saya dan keluarga sedang di teras, jadi terdengar dan terlihat jelas suara dentuman serta cahayanya,” ujar Wildan Fadilah (20), warga Cipanas, Senin.







