Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Majalengka, 55 Rumah Terdampak

Posted on

Majalengka

Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Majalengka pada Rabu (11/2/2026) malam. Sejumlah wilayah terdampak di antaranya Desa Bonang (Kecamatan Panyingkiran), Desa Kadipaten (Kecamatan Kadipaten), dan salah satu desa di Kecamatan Kertajati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun , air mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 19.30 WIB. Ketinggian air bervariasi, dengan titik terdalam mencapai sekitar 1 meter.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Majalengka, Rezza Permana, menyampaikan bahwa banjir dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung sejak sore hari.

“Dapat saya informasikan, akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak tadi sore di wilayah Kabupaten Majalengka, tiga kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Panyingkiran, Kadipaten, serta Kertajati mengalami banjir. Terutama di wilayah Kecamatan Panyingkiran yang menyebabkan sekitar 55 rumah terendam,” kata Rezza kepada.

Rezza menambahkan, penyebab utama banjir adalah luapan Sungai Cilutung akibat hujan deras yang berlangsung hampir lima jam. “Penyebab utama banjir hari ini adalah luapan Sungai Cilutung karena hujan dengan intensitas cukup tinggi berlangsung sekitar hampir lima jam lebih di wilayah Kabupaten Majalengka,” jelasnya.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan evakuasi.

“Alhamdulillah tim gabungan sudah melaksanakan penanganan kedaruratan di lapangan. Unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, serta perangkat desa dan kecamatan juga melakukan proses evakuasi terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak, terutama warga yang rentan terhadap banjir,” ujarnya.

Mengenai jumlah desa terdampak, BPBD masih melakukan pendataan mendalam. Namun, data sementara mencatat ada tiga desa yang terendam. “Untuk desa yang terdampak kami masih data sementara, saat ini ada tiga desa. Kami masih terus memperbarui data terkait banjir di wilayah Kabupaten Majalengka,” ucap Rezza.

Terkait evakuasi, ia memastikan warga yang terdampak telah dipindahkan sementara ke tempat aman hingga air surut. “BPBD bersama TNI/Polri serta unsur desa dan kecamatan mengevakuasi warga ke tempat-tempat aman. Kami menunggu kondisi banjir reda, karena alhamdulillah banjir ini tidak berlangsung lama dan diperkirakan segera surut,” katanya.

Di samping itu, BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, mengingat wilayah Majalengka dialiri dua sungai besar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang daerahnya rawan banjir untuk bersiaga, waspada, dan tetap tenang serta selalu memperhatikan arahan petugas di lapangan.” ucapnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan banjir mulai berangsur surut sekitar pukul 00.00 WIB. Warga terlihat mulai membersihkan rumah mereka dari sisa air dan lumpur yang masuk.