Banjir melanda delapan desa dari tiga Kecamatan di Kabupaten Karawang, imbas hujan deras yang terjadi pada Sabtu-Minggu 17-18 Januari 2026, ribuan jiwa terdampak, ratusan diantaranya harus mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Karawang Usep Supriatna mengatakan, banjir terjadi akibat luapan sungai Citarum, dan Cibeet imbas hujan tanpa henti sejak Sabtu pagi (17/1) hingga Minggu malam (18/1).

“Banjir terjadi akibat luapan sungai Citarum dan Cibeet yang mengalir di wilayah timur, dan selatan Karawang. Hujan lebat yang berlangsung lama, dan imbas hujan di hulu, sehingga merendam pemukiman di sekitarnya,” kata Usep saat diwawancara awak media, Senin (19/1/2026).
Usep merinci, setidaknya ada delapan desa dan kelurahan, dari tiga kecamatan yang terdampak banjir akibat luapan sungai tersebut.
“Banjir merendam Desa Mekarmulya, Parungsari, Karangligar, Wanakerta, Mulyajaya di Kecamatan Telukjambe Barat, sedangkan di Telukjambe Timur, banjir merendam Desa Purwadana, dan Desa Wadas, lalu ada Kelurahan Tanjungpura di Kecamatan Karawang Barat,” kata dia.
Usep menuturkan 8.330 jiwa dari 3.075 KK terdampak banjir tersebut, ratusan diantaranya mengungsi di posko pengungsian yang disediakan, sedangkan sisanya mengungsi ke rumah saudara atau bertahan di rumah.
“Warga bertahan di posko pengungsian sebanyak 441 jiwa, dari 8.330 jiwa yang terdampak, yang lainnya memilih mengungsi di rumah saudara, kontrakan, atau bertahan di rumah,” ungkapnya.
Ketinggian air rata-rata di Kecamatan Telukjambe timur antara 50-80 centimeter, sedangkan di Kecamatan Karawang Barat antara 90-200 centimeter.
“Sedangkan untuk Kecamatan Telukjambe Barat, ketinggian air rata-rata 50-150 centimeter,” paparnya.
Usep menuturkan, hingga kini penanganan masih berlangsung, proses evakuasi juga berjalan terutama di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, karena banjir di wilayah tersebut terbilang terjadi sudah cukup lama.
“Penangan masih dilakukan, makanan siap saji kita upayakan, dari pihak Dinas Sosial, proses evakuasi juga masih berlangsung utamanya di Kecamatan Telukjambe Barat, beberapa wilayah ketinggian air mulai surut karena dari pagi hari ini Alhamdulilah tidak ada hujan,” pungkasnya.






