Ciamis –
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada akhir pekan, Sabtu-Minggu (21-22/2/2026), memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Sejumlah rumah warga terdampak, bahkan akses jalan antar kecamatan terpaksa ditutup sementara akibat tertutup material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan berdasarkan data sementara terdapat beberapa titik kejadian bencana yang tersebar di beberapa wilayah.
“Akibat hujan dengan intensitas tinggi, terjadi banjir dan longsor di sejumlah titik. Personel Pusdalops sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan,” ujar Ani, Senin (23/2/2026).
Salah satu kejadian longsor terjadi di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Tebing di bahu jalan kabupaten ambrol akibat tingginya curah hujan serta tidak adanya drainase di sisi jalan. Longsoran sepanjang kurang lebih 22 meter dengan tinggi sekitar 12 meter itu menimpa selokan dan area persawahan, serta mengancam badan jalan penghubung Desa Saguling-Sukamulya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Garis pembatas telah dipasang di lokasi dan penanganan lanjutan direncanakan melalui pembangunan tembok penahan tanah.
Banjir melanda Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan deras menyebabkan debit air meningkat dan meluap diduga karena kapasitas drainase tidak memadai. Sebanyak 29 rumah terdampak, masing-masing 21 rumah di Dusun Nambo dan 8 rumah di Dusun Pondok Hunyur. Dua kepala keluarga dengan enam jiwa sempat mengungsi.
“Kondisi air sudah surut. Kami sudah menyalurkan bantuan makanan dan melakukan penyedotan air,” ungkap Ani.
Masih di Kecamatan Lakbok, banjir juga terjadi di Dusun Kiarapayung RT 025/RW 008, Desa Puloerang. Meluapnya Sungai Cikubanglanggir yang tersumbat sampah menyebabkan 10 rumah sempat terendam dengan ketinggian air sekitar 45 sentimeter. Tidak ada korban jiwa dan air dilaporkan surut pada Minggu dini hari.
Sementara itu, longsor di Desa Raksabaya, Kecamatan Cimaragas, Sabtu (21/2/2026) sore, menutup ruas Jalan Kecamatan Cimaragas-Cidolog sepanjang kurang lebih 150 meter. Tebing setinggi sekitar 150 meter dan lebar 20 meter ambrol hingga menutup badan jalan.
Akses jalan antar kecamatan tersebut untuk sementara ditutup dan arus lalu lintas dialihkan. Bahkan pada Minggu (22/2/2026), di titik tak jauh dari lokasi longsor, badan jalan kembali ambles sehingga penutupan dilakukan total demi keamanan pengguna jalan.
Longsor juga terjadi di Dusun Cikadongdong, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Minggu (22/2/2026). Tanah di pinggir jalan desa ambrol sepanjang kurang lebih 20 meter dengan tinggi tebing sekitar 30 meter.
“Dua rumah warga terancam terdampak dan akses jalan ditutup sementara untuk kendaraan roda empat,” ungkapnya.
Selain itu, tebing setinggi sekitar 7 meter di Dusun Desa, Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, longsor pada Minggu sore. Material tanah sempat menutup akses jalan antar-RT dan berdampak pada satu bangunan madrasah. Warga bersama pemerintah desa melakukan kerja bakti membersihkan material longsor agar akses kembali normal.
“Kami mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan longsor maupun bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras,” pungkasnya.







