Bangkai Lumba-lumba Penuh Luka Terdampar di Palabuhanratu baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Sukabumi

Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pesisir Pantai Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di kawasan wisata Pantai Bufalo.

Saat ditemukan, mamalia laut tersebut dalam kondisi memprihatinkan. Video penemuan bangkai hewan ini sempat viral di media sosial setelah warga mengabadikan momen di lokasi kejadian.

Dari video yang beredar, lumba-lumba tersebut tampak terbujur kaku di atas pasir hitam. Terlihat beberapa luka lecet dan pengelupasan kulit di bagian punggung serta samping tubuhnya.

Salah seorang warga di lokasi, Rudi, mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut terjadi pada siang hari. Ia menjelaskan bahwa warga langsung berkumpul saat melihat ada benda besar yang terombang-ambing di pinggir pantai.

“Ikan lumba-lumba ini ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB. Waktu itu air memang lagi pasang, jadi kemungkinan dia terbawa arus sampai ke darat,” kata Rudi kepada di lokasi, Rabu (4/3/2026).

Rudi juga memaparkan secara detail mengenai ciri-ciri fisik lumba-lumba yang ia temukan. Menurutnya, kondisi fisik hewan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda luka yang cukup serius.

“Kalau dari fisiknya, tubuhnya berwarna hitam pekat, tapi sudah banyak bercak putih seperti kulit yang mengelupas di bagian punggung dan sampingnya. Moncongnya juga panjang, khas lumba-lumba, dan sirip punggungnya masih ada tapi ya itu, kulitnya sudah tidak mulus lagi,” paparnya.

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa setelah dipastikan mamalia tersebut sudah tidak bernyawa, warga sekitar berinisiatif untuk tidak membiarkannya begitu saja di bibir pantai.

Saat tiba di lokasi, bangkai lumba-lumba tersebut sudah tidak berada di titik awal ditemukan. Lantaran khawatir menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan pengunjung, warga memutuskan untuk segera menguburnya.

“Tadi warga sepakat langsung dikubur di sekitar lokasi (pantai) sini. Kasihan juga kalau dibiarkan terbuka, apalagi ini area wisata. Jadi tadi gotong-royong dibuatkan lubang yang cukup dalam supaya tidak terbongkar ombak lagi,” jelas Rudi.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Hingga berita ini ditayangkan, penyebab pasti terdamparnya lumba-lumba tersebut belum diketahui secara pasti. Belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai apakah hewan tersebut terpisah dari kawanannya atau mengalami gangguan pada navigasi alaminya.

“Terkait penyebabnya kenapa bisa terdampar dan mati, kami belum tahu pasti. Apakah karena sakit atau terkena benturan karang, itu belum ada yang bisa memastikan,” pungkasnya.