Beragam peristiwa terjadi di Bandung Raya dalam sepekan, dari mulai kejadian pencuri mobil tewas usai alami kecelakaan lalu lintas di Purwakarta, satu anggota ormas tewas usai bertikasi dengan ormas lain di Lembang hingga puluhan korban longsor di Cisarua, Bandung Barat masih tertimbun material longsor di hari kedua pencarian.
Berikut rangkuman Bandung Raya sepekan:
Seorang warga melaporkan kehilangan satu unit mobil pikap L300 berwarna putih melalui media sosial Instagram. Informasi tersebut diunggah oleh pemilik akun @nnnursilah11 dan sempat viral.
Informasi itu dibagikan melalui unggahan IG Story. Pemilik akun menyampaikan bahwa mobil milik saudaranya hilang di kawasan Antapani, Kota Bandung, pada Senin (19/1) dini hari.
“Telah kehilangan mobil pikap L300 berwarna putih dengan pelat nomor D 8518 AM. Kehilangan di Terminal Antapani pada tanggal 19-01-2025 pukul 00.55. Barangkali ada yang melihat atau mengetahui info mobil tersebut, bisa langsung hubungi saya,” tulis pengumuman tersebut sembari menyertakan foto mobil yang hilang.
Beberapa jam setelah unggahan tersebut, pemilik akun membagikan perkembangan terbaru mengenai mobil yang dinamai ‘Si Buhun’ itu. Ia menyebut mobil tersebut telah dicuri dan mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Purwakarta.
Dalam kecelakaan tersebut, terdapat tiga orang di dalam mobil. Satu orang tewas di tempat, sementara dua lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Kondisi ‘Si Buhun’ milik korban dilaporkan dalam keadaan hancur.
“Alhamdulillah ketemu walau kondisi sudah ancur buhun. Dan, orang yang mengambilnya sampai meninggal, semoga husnulkhatimah, 2 orang dilarikan ke RS Bayuasi. Karena yang ambil (curi) ada 3 orang,” tulis informasi terbaru pemilik akun tersebut.
Terpisah, Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri membenarkan informasi tersebut. Yusuf menyebutkan mobil itu milik warga Antapani. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Purwakarta dan mendapat kepastian bahwa mobil tersebut mengalami kecelakaan dengan total tiga orang pelaku di dalamnya.
“Polsek Antapani menerima informasi dari Unit Laka Lantas Polres Purwakarta bahwa kendaraan hasil pencurian tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Purwakarta,” kata Yusuf saat dikonfirmasi, Selasa (20/1).
Yusuf merinci, terduga pelaku dalam kejadian ini adalah GP (22) dan U (37) yang merupakan warga Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, serta LN (21) warga Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul.
“Akibat kecelakaan tersebut, satu orang pelaku atas nama U meninggal dunia, sedangkan dua pelaku lainnya selamat,” tuturnya.
Yusuf menambahkan, dua pelaku yang selamat, yakni GP dan LN, kini telah dijemput oleh jajaran Unit Ranmor Polrestabes Bandung untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. “Kasus ini masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.
Bentrok antar dua organisasi masyarakat (ormas) di sebuah kafe di Jalan Raya Lembang, Desa Cibogo, Kecamatan Lebang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menimbulkan satu orang korban jiwa, pada Selasa (20/1) malam.
Selain satu korban tewas dan satu lainnya alami luka-luka akibat dikeroyok. Polisi langsung turun tangan melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi.
“Benar kemarin kejadian pengeroyokan terhadap korban. Ada beberapa korban yang saat ini sudah kami lakukan pemeriksaan, yang mana salah satu di antaranya meninggal dunia,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat ditemui, Rabu (21/1).
Niko mengatakan pihaknya membentuk tim khusus memburu para pelaku pengeroyokan tersebut. Kemudian pihaknya menerjunkan personel untuk memastikan keamanan Lembang.
“Saat ini sudah ada tim khusus yang kami bentuk untuk melakukan upaya penangkapan dan kami akan rilis lebih lengkapnya nanti,” kata Niko.
Niko mengatakan pihaknya masih mendalami terkait motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. Pihaknya saat ini fokus pada mengondusifkan Lembang pascakejadian tersebut.
“Itu (penyebabnya) masih kami dalami ya, kami masih dalami karena ada korban juga masih kami mintakan keterangan. Tapi yang pasti memang ada luka terhadap si korban. Terkait dengan motif maupun hal-hal lain nanti akan kami sampaikan lebih rinci lagi pada saat rilis yang akan datang,” kata Niko.
Polisi bergerak cepat memanggil pentolan dari masing-masing ormas di Bandung Barat. Hal itu demi meredam potensi terjadinya keributan lanjutan pascakejadian di Lembang.
“Perlu kami sampaikan juga bahwa hari ini beberapa rekan kita dari ormas yang terlibat kejadian di Lembang hadir di Polres Cimahi. Intinya, kita sepakati untuk menjaga kondusivitas yang ada dan bisa memastikan bahwa situasi di Lembang tidak ada permasalahan, tidak mencekam, dan tidak ada kejadian setelah itu, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk bisa segera menuntaskan,” kata Niko.
Perwakilan ormas yang terlibat keributan, Wisnu, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan pengeroyokan itu ke kepolisian kendati pelakunya merupakan anggota ormas yang dipimpinnya.
“Kami memohon maaf dan menyampaikan belasungkawa. Kami memastikan akan membina anggota lainnya, dan menyerahkan kasus ini ke kepolisian,” kata Wisnu.
Hal senada disampaikan pentolan ormas lain yang terlibat keributan di Lembang, Rudi Irianto. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut ke kepolisian pascatewasnya seorang rekannya.
“Kami serahkan sepenuhnya ke kepolisian, kami pastikan tidak akan ada aksi lanjutan dari anggota kami di Bandung Barat dan sepakat menjaga kondusifitas,” kata Rudi.
Puluhan korban masih tertimbun material longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), petugas berjibaku menyisir titik yang disapu lumpur. Pada hari kedua pencarian, Minggu (25/1/2026), cuaca di kawasan tersebut lebih bersahabat.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka didampingi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BNPB Letjen TNI Suhartanto, mengecek lokasi longsor.
Menko PMK, Pratikno mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait rencana evakuasi sesuai arahan Wapres Gibran. Beberapa skema hingga klaster penanganan sudah dibentuk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun infoJabar, pada Minggu (25/1) pagi, 11 orang ditemukan tak bernyawa, 23 orang selamat, dan 79 masih dalam pencarian.
“Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam, non-stop. Mengingat masih terdapat sekitar cukup banyak warga yang dalam pencarian,” kata Pratikno saat ditemui, Minggu (25/1).
Penanganan dibagi menjadi beberapa klaster. Di antaranya klaster SAR dipimpin oleh Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, dan BNPB. Saat ini lebih dari 250 personel terlatih dikerahkan, dilengkapi berbagai alat berat. Proses evakuasi korban dilakukan menuju rumah sakit terdekat.
Lalu asa Klaster Kesehatan. Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam, didukung sejumlah ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga. Kemudian layanan trauma healing juga disediakan bagi para korban terdampak.
Kemudian Klaster Logistik. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Logistik yang disiapkan meliputi sembako, makanan siap saji, serta fasilitas pendukung seperti selimut dan perlengkapan lainnya.
Kemudian Klaster Perlindungan Sosial. Klaster ini didukung oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta BPBD Kabupaten Bandung Barat yang siaga membantu korban dan keluarga terdampak.
Dan terakhir Klaster Infrastruktur. Yakni upaya penyiapan infrastruktur dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana susulan, sekaligus menyediakan fasilitas pendukung bagi keluarga terdampak.
“Kemudian tadi arahan dari Pak Wapres juga terkait rencana relokasi, termasuk percepatan identifikasi lahan guna menghindari risiko bencana susulan,” ujar Pratikno.
