GBLA Hening Saat Seisi Stadion Doakan Korban Longsor KBB

Posted on

Suasana riuh ribuan pendukung Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) mendadak hening. Bobotoh yang semula bersemangat menyambut laga perdana putaran kedua Liga 1 2025/2026 kontra PSBS Biak, seketika terdiam.

Keheningan itu terjadi saat panitia pelaksana (panpel) mengajak penonton berdoa bersama untuk korban bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ribuan Bobotoh di tribune barat, timur, selatan, hingga utara berdiri dan menundukkan kepala dengan khidmat.

Selain untuk korban longsor, doa juga dipanjatkan bagi asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, yang meninggal dunia akibat serangan jantung.

Dalam pertandingan ini, seluruh penggawa Maung Bandung mengenakan ban hitam di lengan. Aksi ini merupakan simbol empati dan solidaritas atas bencana longsor yang meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Jawa Barat.

Penggunaan ban hitam tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan wujud kepedulian klub. Di tengah atmosfer pertandingan yang sarat gengsi, Persib mengajak semua pihak memberikan dukungan moral bagi keluarga yang terdampak musibah.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa langkah ini lahir dari nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi klub.

“Persib tidak pernah berdiri sendiri, klub ini tumbuh bersama masyarakatnya. Melalui penggunaan ban hitam ini, kami ingin menyampaikan rasa duka mendalam kepada seluruh korban bencana longsor di Pasirlangu. Kami berharap korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan,” kata Adhi.

Adhi menambahkan, sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menyatukan hati dalam momen duka maupun bahagia.

“Sepak bola memang tentang pertandingan dan prestasi, tetapi di atas itu semua, ada nilai kemanusiaan yang harus selalu kita jaga. Kami ingin menunjukkan bahwa Persib selalu hadir, tidak hanya saat bersorak dalam kemenangan, tetapi juga saat berbagi duka,” pungkasnya.