TomTom Traffic Index 2025 merilis daftar kota paling macet di dunia. Hasilnya menunjukkan, Bandung menjadi kota termacet di Indonesia mengalahkan Jakarta.
Dalam laporannya, TomTom Traffic Index 2025 mencatat tingkat kemacetan rata-rata di Bandung mencapai 64,1%. Kondisi ini membuat waktu perjalanan di Bandung melambat cukup signifikan dibandingkan kondisi ideal tanpa hambatan.
Untuk menempuh jarak 10 kilometer saja, pengendara di Bandung membutuhkan waktu rata-rata 32 menit 26 info, nyaris tak berubah dari kondisi tahun sebelumnya. Kecepatan kendaraan saat jam sibuk pun hanya berada di kisaran 16,3 km per jam.
Sementara di Jakarta, tren kemacetan masih terbilang memburuk pada 2025. Waktu tempuh perjalanan sejauh 10 kilometer di Ibu Kota rata-rata mencapai 26 menit 19 info, naik dibandingkan 2024 yang tercatat 25 menit 31 info.
Kecepatan kendaraan di jam sibuk turun menjadi 17,8 km per jam, membuat peringkat Jakarta dalam daftar kota termacet dunia melonjak ke posisi ke-24, dari sebelumnya masih di urutan ke-90.
Dengan kondisi tersebut, Bandung berada di urutan ke-16 kota termacet di dunia mengalahkan Jakarta di peringkat ke-24. Di urutan lima besar ada Meksiko City, Meksiko dengan 75,9%, Bengaluru, India 74,4%, Dublin, Irlandia 72,9%, Lodz, Polandia 72,8% hingga Pune, India 71,1%.
Saat dikonfirmasi, Kadishub Kota Bandung Rasdian turut buka suara. Ia mengatakan, kemacetan di Kota Bandung mayoritas terjadi di jam-jam kepadatan seperti berangkat maupun pulang kerja.
“Ya kan itu versinya dia, tapi kota besar mah rata-rata macet karena minimnya infrastruktur jalan. Kedua volume kendaraan banyak, jadi ada hambatan dan sebagainya,” katanya, Jumat (23/1/2026).
“Itu hanya jam kerja saja, jam sibuk pagi hari antara jam 6-8. Kalau setelahnya kan sudah, tapi dianggap semuanya macet, padahal enggak juga,” tambahnya.
Rasdian membeberkan, kemacetan di Kota Bandung terjadi di semua arah seperti barat, timur, utara dan selatan. Di wilayah selatan, kata dia, macet biasanya terjadi sari arah Ciburu menuju ke Cibeureum.
Kemudian, kemacetan juga kerap terjadi dari arah Gunung Batu, Cimahi, menuju Bandung melalui Jl Dr Djunjunan atau Pasteur. Selanjutnya, ada dari arah timur lewat jalur Cibiru, Cicaheum hingga Antapani.
“Kemudian mungkin yang dihitung dia (TomTom Traffic) pada saat ini weekend atau libur panjang ya. Mungkin yang dihitung salah satu yang dari situ keluar Tol Pasteur sampai ke Lembang,” ungkapnya.
“Lembang bukan ke Kota Bandung, itu mah udah wilayah Kabupaten Bandung Barat. Di situ mungkin dihitungnya seperti itu,” imbuhnya.
Meski demikian, Rasdian menyatakan Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah opsi untuk mengurai kemacatan. Salah satunya lewat rekayasa lalu lintas supaya masalah ini bisa teratasi.
“Kita coba perbaiki infrastrukturnya, kemudian dibuat rekayasa lalu lintasnya supaya tidak macet. Ada jufa program di bidang angkutan, edukasi untuk menggunakan sarana tranportasi umum atau pribadi, ke depannya ada transportasi cerdas,” pungkasnya.
