Badan Geologi Kaji Titik Aman Relokasi Warga Korban Longsor Cisarua

Posted on

Sebanyak 30 rumah di Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rata dengan tanah akibat diterjang longsor pada Sabtu (24/1/2026).

Hingga Minggu (25/1/2026), tercatat 16 orang meninggal dunia, 23 selamat, dan 74 lainnya masih dalam pencarian. Petugas gabungan terus berjibaku mencari korban yang masih tertimbun material longsor.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa pada fase pascabencana, pemerintah pusat menyiapkan skema penanganan bagi warga di pengungsian sementara.

“Ada dua opsi yang disiapkan, yakni pembangunan hunian sementara atau penempatan warga di rumah sanak saudara, sebagaimana diterapkan pada penanganan bencana di daerah lain, termasuk di Sumatra,” kata Suharyanto saat ditemui, Minggu (25/1/2026).

Selain itu, pemerintah menyiapkan skema relokasi bagi warga di kawasan rawan bencana. Relokasi dapat dilakukan secara terpusat maupun mandiri, sementara pemerintah daerah bertugas mencari lahan yang benar-benar aman.

“Badan Geologi dan PVMBG dilibatkan untuk mengkaji serta menentukan titik wilayah yang aman untuk dihuni,” ujar Suharyanto.

Relokasi tidak hanya menyasar warga terdampak langsung, tetapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan rawan meskipun belum terkena longsor.

“Wakil Presiden secara khusus menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menentukan tempat relokasi guna menghindari risiko bencana di kemudian hari,” tambah Suharyanto.

Pemerintah pusat, melalui koordinasi Menko PMK dan BNPB, resmi mengambil alih komando penanganan tanggap darurat sesuai amanat undang-undang.

“Pengambilalihan fungsi komando ini dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status tanggap darurat bencana,” pungkas Suharyanto.