Bandung –
Pemerintah memperketat pengaturan lalu lintas menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang di ruas tol dan jalan non-tol, termasuk di wilayah Jawa Barat.
Kebijakan ini berlaku selama periode arus mudik 13 hingga 29 Maret 2026, dan bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan penumpang serta keselamatan di jalan raya.
Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Pembatasan ditujukan bagi angkutan barang bermuatan berat tertentu, yang berpotensi memperlambat arus kendaraan pribadi dan bus di sepanjang jalur mudik.
“Pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan, kendaraan yang mengangkut hasil galian, tambang, dan material bangunan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar, Selasa (3/3/2026).
Angkutan barang tersebut tidak diperbolehkan beroperasi di sejumlah ruas jalan tol dan non-tol di Jawa Barat. Larangan ini diberlakukan di kedua arah lalu lintas.
Meski demikian, Dhani menyebut ada beberapa kategori angkutan barang yang masih diperbolehkan beroperasi di ruas jalan tol dan non-tol pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Adalah angkutan barang yang membawa logistik prioritas seperti bahan bakar, makanan pokok, pupuk, hewan ternak, pakan ternak, serta bantuan darurat, asalkan dilengkapi surat muatan yang sesuai,” ujarnya.
“Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan serta memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan nyaman,” sambungnya.
Ruas Tol yang Terdampak di Jawa Barat
Di Jawa Barat, pembatasan berlaku di sejumlah tol strategis yang menjadi kunci jalur mudik dan distribusi barang. Ruas tol yang terdampak antara lain:
Jakarta – Jawa Barat
– Jakarta – Bogor – Ciawi
– Ciawi – Cigombong – Cibadak
– Bekasi – Cawang – Kampung Melayu
– Jakarta – Cikampek
Jawa Barat
– Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi
– Cikampek – Palimanan – Kanci
– Jakarta – Cikampek II Selatan Segmen Sadang – Setu (fungsional)
– Cileunyi – Sumedang – Dawuan
– Bogor Ring Road (BORR)
Jawa Barat – Jawa Tengah
– Kanci – Pejagan
Jalan Non-Tol yang Juga Dibatasi
Tidak hanya jalan tol, sejumlah jalan nasional dan arteri di Jawa Barat juga terkena pembatasan operasional truk dan kendaraan barang berat. Ruas non-tol tersebut umumnya menjadi alternatif saat terjadi kepadatan di tol.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Jakarta – Jawa Barat
– Jakarta – Bekasi – Cikampek – Pamanukan – Cirebon
Jawa Barat
– Bandung – Nagreg – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar
– Nagreg – Kadungora – Leles – Garut
– Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon
– Bogor – Ciawi – Sukabumi – Cianjur – Bandung
– Ciawi – Cisarua – Puncak – Cianjur
– Padalarang – Gadobangkong – Cimahi
– Karawang – Subang – Indramayu – Cirebon
– Sukabumi – Palabuhan Ratu – Jampang – Cianjur – Garut – Tasikmalaya – Pangandaran – Banjar (Pantai Selatan)
– Subang – Lembang – Bandung
Jawa Barat – Jawa Tengah
– Cirebon – Brebes
Video Niat Cari Kayu Bakar, Santri di Lampung Tengah Tewas Tertabrak Mobil“







