Aten Munajat Desak Penanganan Cepat Humanis Pascalongsor Cisarua

Posted on

Bencana longsor yang menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, mendapat perhatian serius dari wakil rakyat di tingkat provinsi.

Peristiwa tersebut dilaporkan menewaskan enam warga, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Aten Munajat menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warga Cisarua. Ia menyebut longsor tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah longsor di Cisarua, Bandung Barat, yang mengakibatkan korban jiwa. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan,” ujar Aten.

Aten mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, serta seluruh unsur terkait untuk mengoptimalkan upaya pencarian korban yang masih hilang. Ia menekankan pentingnya penanganan darurat yang dilakukan secara cepat, tepat, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Kami mendorong pemerintah provinsi Jabar dan kabupaten serta unsur terkait untuk terus mengoptimalkan upaya pencarian korban dan memastikan penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan humanis,” katanya.

Terkait penyebab longsor, Aten mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi bersama tanpa saling menyalahkan. Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan bencana serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Penyebabnya kita harus semua introspeksi diri, bukan saling menyalahkan, itu tidak elok. Perhatian kita ke depan bagaimana agar bencana seperti ini jangan sampai terjadi lagi, karena sebab akibat pasti ada, apakah karena hutan yang gundul atau faktor lainnya,” ucap Aten.

Lebih jauh, politisi PPP ini menegaskan perlunya evaluasi tata ruang secara menyeluruh, khususnya di wilayah rawan bencana. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai sangat penting sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

“Evaluasi tata ruang harus dilakukan dan masyarakat harus diedukasi, apalagi di daerah yang memang rawan. Sangat perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat soal mitigasi bencana,” pungkasnya.