Atap PAUD & Madrasah di Sukabumi Ambruk Diterjang Angin

Posted on

Bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Madrasah Diniyah Al Madhoriyah di Kampung Kemang, Desa Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, rusak diterjang angin kencang. Meski kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Guru PAUD Aaz Azizah mengatakan, laporan mengenai kerusakan bangunan sekolah itu ia terima pada Sabtu (24/1/2026). Saat kejadian, ia sedang mengikuti rapat di luar lokasi.

“Atap PAUD itu ambruk sekitar pukul 13.10 WIB. Waktu itu saya sedang rapat di Pasirpogor. Tiba-tiba adik saya menelepon, katanya genteng PAUD terbawa angin. Pas saya pulang, ternyata benar,” kata Aaz kepada infoJabar, Minggu (25/1/2026).

Ia menuturkan, angin kencang tak hanya merusak bangunan PAUD, tetapi juga merembet ke bangunan madrasah diniyah di area yang sama.

“Sejam kemudian madrasah diniyah juga terdampak. Saya bahkan melihat langsung gentengnya beterbangan ke sawah,” ungkapnya.

Saat peristiwa terjadi, menurut Aaz, sejumlah anak masih bermain di sekitar lokasi. Demi keselamatan, mereka langsung diminta untuk pulang.

“Alhamdulillah, anak-anak yang ada di lokasi langsung saya suruh pulang sehingga tidak ada korban. Hanya ada penjual agar-agar, seorang kakek, sempat terkena benturan material tapi kondisinya aman,” ujarnya.

Selain atap, plafon bangunan juga jebol akibat tertimpa material bangunan yang runtuh.

Pengelola PAUD Lia Juliyanti menambahkan, saat kejadian aktivitas belajar mengajar sedang libur. “Alhamdulillah kejadiannya hari Sabtu saat PAUD libur. Jadwal KBM kami memang Senin sampai Jumat. Saya juga baru diberi tahu warga saat kejadian,” kata Lia.

Ia menyebutkan, kerusakan meliputi bagian atap dan dinding yang retak-retak. Setidaknya lima ruang kelas PAUD dan madrasah terdampak sehingga tidak bisa digunakan.

“Kerusakan ada di atap dan tembok yang retak-retak. Total siswa PAUD dan madrasah ada sekitar 130 orang,” ucapnya.

Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke bangunan majelis taklim yang berada tak jauh dari lokasi sekolah.

“KBM kami alihkan ke majelis dekat sini dulu. Harapannya mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah supaya bisa segera diperbaiki,” tutup Lia.

Suara dentuman keras memecah keheningan malam di Kampung Salaeurih, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (24/1/2026), kubah masjid di lingkungan Pesantren Jamiatul Quro tiba-tiba ambruk setelah diterjang angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

Reruntuhan kubah dan atap masjid menutup sebagian area bangunan pesantren. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah dengan luas terdampak mencapai sekitar 7 meter kali 6 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin mengatakan, laporan kejadian diterima pihaknya pada Minggu (25/1/2026) pagi. Petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan evakuasi material bangunan yang roboh.

“Cuaca ekstrem angin kencang pada tanggal 24 Januari 2026 menyebabkan kubah dan atap masjid di Pesantren Jamiatul Quro ambruk sekitar pukul 22.00 WIB. Luas terdampak kurang lebih 7 meter kali 6 meter,” kata Yoseph saat dikonfirmasi.

Menurut Yoseph, pesantren tersebut dihuni sekitar 200 santri. Saat kejadian, aktivitas belajar sudah selesai sehingga tidak ada santri yang berada di area masjid.

“Jumlah santri di pesantren tersebut sekitar 200 orang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Tak hanya merobohkan kubah masjid, cuaca ekstrem yang melanda Kota Sukabumi juga menyebabkan sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan. Data BPBD hingga pukul 12.22 WIB mencatat sedikitnya delapan kejadian bencana di beberapa kecamatan.

Di antaranya, atap rumah warga terbawa angin di RT 01 RW 10 Kelurahan Limusnunggal, Kampung Selakaso RT 03 RW 07 Kelurahan Lembursitu, Kampung Loa Copong RT 02 RW 21 Kelurahan Lembursitu, hingga Gang Berdikari RT 07 RW 07 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

Selain itu, kerusakan juga terjadi di Kampung Kadulawang RT 05 RW 01 Kelurahan Cipanengah, Cicadas Hilir RT 01 RW 09 Kelurahan Cikundul, serta peristiwa pohon tumbang di RT 06 RW 01 Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu.

“Petugas BPBD bersama unsur terkait sudah melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi reruntuhan pesantren dan pendataan rumah warga yang terdampak,” jelas Yoseph.

BPBD Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan ataupun angin kencang, serta mengamankan bagian bangunan yang rawan roboh,” pungkasnya.

Kubah Masjid Ponpes Runtuh

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi