Tidak semua langkah besar dimulai dengan sorak-sorai. Sebagian justru lahir dari ruang diskusi yang tenang, keberanian untuk belajar, dan kesadaran bahwa mimpi besar membutuhkan fondasi kokoh. Semangat itulah yang kini diusung PSIT Cirebon.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Di bawah kepemimpinan presiden klub yang baru, Asep Sholeh Fakhrul Insan, PSIT Cirebon perlahan menata ulang arah klub. Asep memilih melangkah ke jantung sepak bola Jawa Barat, yakni Kantor Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menyerap ilmu dan pengalaman.
PSIT Cirebon menatap masa depan. Asep berdiskusi dengan Djadjang Nurdjaman, pelatih senior nasional yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai level kompetisi Indonesia. PSIT belajar tentang cara membangun klub secara profesional, modern, dan berkelanjutan.
Asep menilai sepak bola bukan sekadar hasil akhir di papan skor. Ia meyakini klub besar lahir dari proses panjang, perencanaan matang, dan kerendahan hati untuk belajar dari mereka yang telah lebih dulu menapaki jalan terjal industri ini.
“Sepak bola modern tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan perencanaan matang, fondasi kuat, serta kemauan untuk terus belajar dari para ahli. Karena itu, saya merasa penting berdiskusi langsung dengan Coach Djadjang Nurdjaman,” ujar Asep kepada infoJabar, Jumat (16/1/2026).
Ambisi PSIT Cirebon tak berhenti pada target jangka pendek. Klub kebanggaan masyarakat Cirebon ini diproyeksikan menapaki jenjang kompetisi nasional secara bertahap, dengan mimpi besar menembus kasta tertinggi.
Namun, jalan menuju panggung tertinggi tidak dibangun tergesa-gesa. Asep menegaskan fokus utama PSIT saat ini adalah membangun ekosistem sepak bola yang sehat, mulai dari tata kelola manajemen hingga pembinaan usia muda. Melalui akademi PSIT, klub ingin melahirkan talenta lokal yang kelak menjadi tulang punggung tim utama.
“Prestasi harus sejalan dengan pembinaan. Akademi adalah investasi jangka panjang kami. Di sanalah masa depan PSIT Cirebon dibentuk,” tegasnya.
Kini, PSIT Cirebon tengah menulis babak baru dalam sejarahnya tanpa gegap gempita maupun janji instan. Visi PSIT itu pun sambutan positif dari Djadjang Nurdjaman. Pelatih yang akrab disapa Janur itu menilai keseriusan manajemen PSIT Cirebon sebagai modal penting untuk tumbuh dan bertahan di level tertinggi.
“Klub yang ingin berkembang harus memiliki arah yang jelas, kesabaran, dan konsistensi. Konsistensi dalam pembinaan pemain, manajemen yang sehat, serta visi jangka panjang adalah kunci,” tutur Djadjang dalam keterangan yang diterima.







