Angin kencang melanda Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dalam dua hari terakhir. Embusan angin tersebut mengakibatkan belasan pohon tumbang dan menimpa rumah-rumah warga serta akses jalan raya.
“Benar ada angin kencang dua hari terakhir. Laporan masuk sampai Minggu (25/1), ada sekitar 15 rumah tertimpa pohon tumbang,” kata Ketua Forum Komunikasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya kepada infoJabar, Minggu (25/1).
Kelima belas rumah tersebut tersebar di Kecamatan Puspahiang, Kadipaten, Sodonghilir, Salawu, dan Singaparna. Rata-rata kerusakan terjadi pada bagian atap atau genting dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.
Dampak cukup serius terjadi di Kampung Tagog RT 02 RW 03, Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten. Sebuah pohon mangga besar tumbang menimpa rumah milik Sahman Karya.
“Begitu menerima laporan, anggota Tagana bersama aparat setempat dan warga bergotong royong membersihkan material pohon mangga tersebut. Fokus kami adalah memastikan lingkungan kembali aman sehingga aktivitas warga tidak terganggu,” ujar Jembar.
Sementara itu, di Kampung Cimanglid, Desa Singaparna, Kecamatan Singaparna, satu rumah dinas juga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon. Tim Tagana bergerak cepat mengevakuasi material pohon dari atap bangunan guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
“Kami pastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini. Namun, total ada belasan rumah yang terdampak di beberapa kecamatan tersebut,” tambah Jembar.
Tagana bersama unsur terkait terus memantau dan menangani lokasi-lokasi terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat terjadi angin kencang yang berisiko merobohkan pohon atau merusak konstruksi bangunan yang sudah rapuh.
“Petugas di lapangan, mulai dari aparat desa, warga, hingga relawan Tagana terus bersinergi dalam proses evakuasi dan pembersihan material. Waspada semuanya,” pungkasnya.
