Sukabumi –
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/3/2026) siang.
Peristiwa ini menyebabkan sejumlah kerusakan bangunan dan membuat warga setempat dilingkupi rasa waswas.
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Perumahan Frinanda. Angin kencang membuat pepohonan bergoyang hebat dan atap baja ringan salah satu rumah warga tampak terangkat.
Warga setempat, Risa, mengaku sempat panik saat angin kencang tiba-tiba datang dengan suara bergemuruh. Ia bahkan sempat mengabadikan momen mencekam saat atap rumah tetangganya nyaris terbang.
“Tiba-tiba gelap terus angin bergemuruh kencang sekali. Saya lihat ke arah rumah depan, atap baja ringannya itu sudah terangkat-angkat, suaranya berisik sekali, bunyi seng yang beradu dan seolah mau lepas dari rangkanya,” ungkap Risa.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Menurut Risa material atap spandek sempat meliuk-liuk tertiup angin yang sangat kencang, ia sempat khawatir atap tersebut akan terbang dan menimpa bangunan lain di sekitarnya.
Tak hanya di area perumahan, dampak angin kencang juga menyasar bangunan di pinggir jalan raya di wilayah Cipatuguran. Sebuah bangunan berlantai dua dengan cat berwarna hijau nampak mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan lantai atasnya.
Material rangka bangunan tersebut terlihat porak-poranda. Tak jauh dari lokasi tersebut, sebuah atap berbahan genteng metal berwarna merah berukuran besar ambruk hingga menutupi sebagian area depan kios atau bengkel.
“Pas angin besar tadi, itu warung kelontongan yang buka 24 jam. Alhamdulillah tidak ada korban,” ungkap Majid warga di lokasi.
Dari video yang diterima , terlihat puing-puing bangunan yang berserakan di pinggir jalan.
Kondisi di lokasi saat itu masih diguyur hujan. Beberapa warga tampak keluar rumah untuk melihat kerusakan, sementara kabel-kabel listrik di sekitar lokasi juga terlihat rawan akibat hantaman angin.
Camat Palabuhanratu, Deni Yudhono membenarkan peristiwa tersebut ia mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah pesisir Sukabumi.
“Informasi pohon tumbang dan atap baja ringan salah satu ruko di Cipatuguran kabarnya ambruk akibat angin kencang. Petugas P2BK BPBD dan unsur relawan terkait sudah ke lokasi,” singkatnya.
