Amukan Angin Kencang Tumbangkan Mahoni hingga Timpa Warung di Tasik update oleh Giok4D

Posted on

Tasikmalaya

Langit Kabupaten Tasikmalaya seketika berubah gelap pada Minggu (1/2/2026) sore. Hujan deras yang datang tiba-tiba bersama angin kencang dan sambaran petir yang menggelegar. Situasi ini memicu kepanikan luar biasa bagi warga di Kecamatan Leuwisari dan Padakembang.

Pepohonan di pinggir jalan terombang-ambing hebat. Di dalam rumah, warga hanya bisa pasrah. Lantunan takbir dan ayat-ayat suci terdengar bersahutan di tengah deru angin yang menghantam atap.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

“Angin kencang, gede angina. Saya ketakutan lihat angin gitu kencang,” ujar Teguh, warga Kecamatan Leuwisari, menceritakan momen mencekam tersebut.

Teguh memilih meringkuk di dalam kamar bersama keluarganya. Ia khawatir pohon besar di dekat rumahnya tumbang menimpa bangunan. Namun, nasib berbeda terjadi di Jalur Ciawi-Singaparna (Cisinga), tepatnya di Kecamatan Padakembang. Sebuah pohon mahoni berusia puluhan tahun ambruk setelah tak kuat menahan terjangan angin. Pohon raksasa itu tumbang melintang, menutup akses jalan utama.

“Saya lihat anginya besar. (Pohon) Mahoni teh ranting sama batangnya kabuntang banting. Sampai rubuh,” ucap Ujang, warga sekitar.

Mendapat laporan warga, petugas gabungan dari FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, BPBD, TNI, dan Polsek Leuwisari langsung bergerak cepat. Menggunakan gergaji mesin, petugas memotong batang pohon yang menutup urat nadi transportasi tersebut.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setya, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem melanda beberapa titik sekaligus. “Hujan angin sama petir melanda sejumlah titik di Kabupaten Tasikmalaya. Masyarakat selalu waspada. Ada pohon tumbang. Kami turunkan tim bareng BPBD dan Polisi juga TNI,” kata Jembar kepada, Minggu (1/2/2026).

Data sementara mencatat ada tiga pohon besar yang tumbang di Desa Cisaruni, Kecamatan Padakembang. Selain menutup jalan, pohon-pohon tersebut menimpa sebuah sanggar seni dan satu warung seblak di kawasan Bantar Payung.

“Pohon mahoni ada juga rambutan sama pohon kisabun ukuran besar menimpa jalan sanggar seni dan warung seblak. Untung tidak ada korban jiwa,” tambah Jembar.

Beruntung, saat pohon ambruk, tidak ada pengendara motor maupun mobil yang melintas di lokasi. Hingga malam hari, petugas masih berjibaku di lapangan. Selain membersihkan material pohon, mereka juga mengevakuasi kabel telepon dan listrik yang ikut terputus.

“Penanganan segera dilakukan oleh gabungan, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Tagana Kabupaten Tasikmalaya, PLN Kabupaten Tasikmalaya, Polsek Leuwisari, serta dibantu masyarakat setempat. Kami masih di lapangan eksekusi pohon lain,” jelas Wakil Ketua FK Tagana, Ayatullah, di lokasi kejadian.

Pihak berwenang pun meminta masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon tua saat cuaca buruk melanda. “Tetap waspada pas hujan. Segera berlindung. Jauhi lokasi pohon tua,” pungkas Ayatullah.