Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Persib Bandung resmi memperkenalkan dua pemain barunya, Layvin Kurzawa dan Dion Markx, usai kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak dalam laga perdana putaran kedua Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (25/1/2026) malam.
Pengenalan dua amunisi anyar ini menjadi penanda keseriusan Maung Bandung dalam memperkuat skuad, baik untuk persaingan domestik maupun kompetisi Asia.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa kehadiran Layvin Kurzawa bukan sekadar menambah nama besar di daftar pemain asing, melainkan kebutuhan nyata tim di fase kompetisi yang semakin padat.
Persib saat ini tengah memasuki agenda krusial, termasuk persaingan di level Asia. Menurut Adhitia, Persib berada dalam fase building the team, sehingga membutuhkan pemain dengan kualitas teknis, fleksibilitas, pengalaman, serta pemahaman taktik yang matang.
“Klub membutuhkan pemain yang tidak hanya punya kualitas teknis, tetapi juga fleksibilitas, pengalaman, dan pemahaman taktik yang matang. Di titik inilah Kurzawa masuk,” katanya.
Kurzawa, pemain kelahiran Fréjus, Prancis, 4 September 1992, dikenal sebagai pemain serbabisa. Posisi utamanya adalah bek kiri, namun ia juga nyaman bermain sebagai sayap kiri maupun bek tengah. Fleksibilitas tersebut memberikan banyak opsi bagi tim pelatih, terutama dalam rotasi pemain, perubahan skema, maupun kebutuhan situasional di tengah pertandingan.
Dari sisi karakter bermain, Kurzawa dinilai memiliki atribut yang sesuai dengan kebutuhan Persib saat ini. Crossing akurat dari sisi kiri, kemampuan sweeping ball yang rapi, serta keberanian membantu serangan menjadi nilai tambah. Ia juga aktif dalam transisi permainan, bukan sekadar bertahan. Menurut Adhitia, perekrutan Kurzawa merupakan rekomendasi langsung dari tim pelatih.
“Tim pelatih merekomendasikan perekrutannya untuk menambah kedalaman skuad di posisi yang biasa ditempatinya, yaitu bek kiri, sayap kiri, dan bek tengah. Kontrak diberikan hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan sesuai evaluasi performa dan kebutuhan tim,” kata Adhitia.
Rekam jejak panjang Kurzawa di level tertinggi Eropa menjadi pertimbangan penting manajemen. Ia pernah memperkuat AS Monaco, Paris Saint-Germain, Fulham, hingga Boavista, serta membela Tim Nasional Prancis pada periode 2014-2019. Pengalaman tersebut diharapkan membawa dampak langsung, tidak hanya di atas lapangan, tetapi juga di ruang ganti.
“Persib saat ini juga tengah menatap fase krusial babak 16 besar AFC Champions League Two. Kompetisi ini menuntut kedalaman skuad, ketenangan dalam pengambilan keputusan, serta pemain yang terbiasa bermain di laga besar. Dalam konteks itu, Kurzawa diproyeksikan sebagai bagian dari kesiapan tim untuk melangkah lebih jauh di Asia,” ungkapnya.
Manajemen juga menegaskan bahwa seluruh proses perekrutan telah melalui evaluasi menyeluruh, termasuk kondisi fisik dan kebutuhan tim. Kurzawa dipandang sebagai solusi yang relevan dengan situasi saat ini, bukan semata melihat masa lalu, melainkan kontribusi ke depan dalam sistem permainan Persib.
“Kami berharap pemain bersangkutan dapat berkontribusi sesuai ekspektasi klub, baik di Super League maupun di AFC Champions League Two,” tambah Adhitia.
Selain Kurzawa, Persib juga resmi mendatangkan Dion Markx, bek tengah muda bertalenta berdarah Belanda-Indonesia. Dion telah mencicipi atmosfer kompetisi Eropa serta level internasional bersama Tim Nasional Indonesia kelompok usia.
Pemain kelahiran Nijmegen, 29 Juni 2005, itu menandatangani kontrak berdurasi 2,5 tahun bersama Persib. Meski masih berusia muda, Dion datang dengan modal penting berupa pengalaman bermain di Eropa dan jam terbang bersama Timnas.
“Coach Bojan Hodak merekomendasikan penambahan pemain di sektor pertahanan. Dion adalah pemain muda dengan pengalaman Eropa dan latar belakang Timnas. Ini langkah strategis untuk menambah kedalaman skuad dan menjaga konsistensi performa hingga akhir musim,” jelas Adhitia.
Sebelum bergabung dengan Persib, Dion memperkuat TOP Oss di Divisi II Liga Belanda. Ia juga menimba ilmu di akademi klub-klub ternama Belanda seperti Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen. Pengalaman tersebut membentuk karakter bermainnya sejak usia dini, terutama dalam membaca permainan dan duel di lini belakang.
Di level internasional, Dion telah membela Tim Nasional Indonesia kelompok usia, termasuk Timnas U20, serta masuk dalam radar regenerasi Timnas U23. Ia juga ambil bagian dalam babak kualifikasi Piala Asia, mempertegas statusnya sebagai salah satu bek muda potensial Indonesia.
Kehadiran Dion Markx diproyeksikan sebagai investasi jangka menengah dan panjang bagi Persib. Kombinasi usia muda, pengalaman Eropa, serta mental bertanding di level internasional diharapkan mampu memberi energi baru di lini pertahanan Maung Bandung.
“Sekarang, PERSIB dan Bobotoh menantikan kontribusi terbaiknya. Kami sedang berjuang mempertahankan gelar juara Super League dan melangkah sejauh mungkin di AFC Champions League Two. Wilujeng sumping, Dion Markx,” pungkas Adhitia.
