Majalengka –
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui masih adanya anggota kepolisian yang terlibat kasus narkoba. Ia menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pemecatan, terhadap oknum yang terbukti terlibat.
“Saya akui bahwa anggota saya banyak yang terkena (narkoba), jadi anggota saja bisa kena apalagi masyarakat. Makanya saya juga sudah umumkan kepada seluruh jajaran terhadap anggota yang terlibat, jangan ragu-ragu untuk dipecat dan diberikan hukuman seberat-beratnya,” kata Sigit saat memberikan sambutan dalam acara Harlah ke-108 PUI di Aula Pondok Pesantren Santi Asromo, Kabupaten Majalengka, Senin (23/2/2026).
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Menurutnya, integritas aparat penegak hukum menjadi kunci dalam pemberantasan narkoba. Jika aparat justru terlibat, maka kepercayaan publik akan runtuh.
“Karena bagi kami kalau polisinya, penegak hukumnya ikut terlibat bagaimana dia bisa mengamankan masyarakatnya,” ujarnya.
Sigit juga meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya oknum anggota yang terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Ia memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti secara tegas.
“Oleh karena itu masyarakat yang melihat juga jangan ragu-ragu, laporkan, kalau ada oknum anggota yang terlibat, dan kita pasti tindak tegas,” ucapnya.
Di sisi lain, papar Sigit, Indonesia saat ini tengah menghadapi situasi yang bisa dikategorikan darurat narkoba. Tantangan tersebut dinilai semakin berat karena angka prevalensi pengguna narkoba masih tinggi.
“Kalau kita lihat prevalensi pengguna narkoba angkanya masih sangat besar, 4,1 sampai 4,15 juta. Dan usianya dari mulai 15 sampai 64 tahun,” jelas Sigit.
Ia menyebut, peredaran narkoba kini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi sudah merambah ke berbagai wilayah yang sebelumnya dianggap aman. “Tolong ini menjadi perhatian kita semua karena ini tidak hanya terjadi di kota-kota, mungkin juga masuk di desa-desa, mungkin masuk di kebun-kebun, mungkin masuk di tempat-tempat yang kita kadang tidak menduga bahwa itu bisa diedarkan. Namun itu terjadi,” pungkasnya.
