Bandung –
Dua anak berusia 9 tahun di lan Maleer IV, Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal tenggelam di aliran Sungai Cikapuncung Kolot. Dua korban itu bernama Arkana dan Azka. Nahas, Arkana dilaporkan meninggal dunia, dan Azka selamat dari kejadian itu.
Obi, salah seorang warga berjuang menyelamatkan keduanya saat kejadian. Pria berusia 30 tahun itu mendengar informasi tentang kejadian anak tenggelam itu dari orang tuanya, Muin. Obi yang tengah terlelap lalu dibangunkan.
Obi mengatakan, dari sejumlah anak yang ada di aliran sungai itu. Ada dua anak dalam posisi tenggelam. Di atas ketinggian fondasi setinggi sekitar tiga meter, Obi langsung masuk ke aliran sungai tanpa menggunakan peralatan khusus.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Meski kakinya mengenai fondasi dan mengalami sedikit luka, Obi langsung masuk ke titik anak yang tenggelam di sungai itu.
“Dalam lokasinya, biasanya kalau ada orang suka dilarang jangan berenang. Tapi tadi tidak ada yang keluar, saya keluar lihat ada dua anak tenggelam, satu sudah di dalam banget,” kata Obi kepada, Sabtu (7/2.2026).
Obi sudah terbiasa berenang. “Saya suka berenang di sini. Sudah tahu titik itu dalem sebelah mana, titik itu namanya Leuwi,” sebut Obi.
Leuwi yang dimaksud oleh Obi yakni pertemuan aliran sungai dan saluran air dari permukiman warga. Kedalamannya berbentuk piramida terbalik atau segi tiga.
“Posisinya kaya segitiga gitu, dalam titiknya. Saya panik sampai loncat, kaki sampai kena fondasi. Saya juga kaget, khawatir terjadi apa-apa,” tuturnya.
Obi mengungkapkan korban merupakan warga kampung sebelah yang tidak pernah berenang di aliran sungai ini. “Mereka anak luar (kampung), kalau anak-anak sini mereka tahu titik itu dalam. Terus kebetulan berenangnya pas tidak ramai orang, biasanya kalau lagi ramai suka dilarang jangan berenang,” jelasnya.
Obi menyebut saat kejadian dia berhasil evakuasi Azka dengan cara dipeluk. Setelah Azka berhasil dievakuasi, ia kembali ke dasar sungai untuk mengevakuasi Arkana. Obi menyebut posisi tubuh Arkana sudah berubah. Dia tidak memaksakan masuk ke dalam karena tidak menggunakan peralatan.
“Di dalam air gelap. Airnya kotor. Korban dievakuasi Damkar, itu juga pakai alat selam, pakai oksigen juga,” sebutnya.
Obi menyebut Azka selamat, meski perutnya sudah dipenuhi air. Azka berhasil diberi pertolongan pertama oleh warga bernama Yudi (55). Namun nahas, entah apa yang terhjadi terhadap Yudi, dia meninggal mendadak usai memberi pertolongan kepada Azka.
Sementara itu, Muin (64) ayah dari Obi menyebutkan, kejadian warga tenggelam di titik itu baru dua kali terjadi. “Satu kejadiannya sudah sangat lama, kedua ini. Anak saya juga (Obi) pernah tenggelam tapi berhasil diselamatkan warga lain,” ujarnya.
Namun menurut Muin, jika kejadian mayat terbawa arus sungai itu sering. “Kalau mayat hanyut sering, kejadian kayak tadi jarang karena suka diantisipasi warga, meski di sebelah kiri airnya dikit, tanahnya terlihat, tapi di titik itu airnya dalam,” pungkasnya.
