Jakarta –
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sebanyak 555 orang tewas di berbagai wilayah negara itu akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung sejak dua hari terakhir.
Serangan tersebut berdampak luas di sejumlah kota. Laporan resmi mencatat dampak operasi militer tersebut meluas hingga ke ratusan titik wilayah.
“Menyusul serangan teroris Zionis-Amerika yang dilakukan di berbagai wilayah negara kami, 131 kota telah terkena dampaknya hingga saat ini dan, sayangnya, 555 warga negara kami telah tewas,” kata kelompok kemanusiaan itu dalam sebuah unggahan di Telegram, dilansir Al Arabiya dan AFP, Senin (2/3/2026).
Trump Klaim 48 Pemimpin Iran Tewas
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.
Trump menyebut operasi militer tersebut sebagai sebuah keberhasilan besar bagi pihak sekutu.
“Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat,” kata Trump dalam wawancara dengan media AS, Fox News, seperti dilansir AFP, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan bahwa operasi militer yang diluncurkan pada Sabtu itu bertujuan melumpuhkan struktur kepemimpinan Iran serta menghancurkan kekuatan militernya secara total.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Menurut Trump, situasi pascaserangan menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan bagi keamanan global.
“Kita melakukan pekerjaan kita bukan hanya untuk kita, tetapi untuk dunia. Dan semuanya berjalan lebih cepat dari jadwal,” ucap Trump dalam wawancara terpisah dengan media AS lainnya, CNBC.
“Situasi saat ini berkembang dengan sangat positif, sangat positif,” tandasnya.
Iran Kirim Surat ke PBB
Merespons situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta anggota Dewan Keamanan PBB. Surat tersebut dikirim menyusul kabar kematian Khamenei dalam serangan yang diklaim dilakukan AS dan Israel.
Dalam surat tertanggal Senin (2/3) tersebut, Araghchi menegaskan posisi Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran sekaligus tokoh agama yang sangat berpengaruh.
“Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, bukan hanya otoritas resmi tertinggi negara, tetapi juga tokoh agama yang dihormati oleh puluhan juta umat Muslim di seluruh kawasan dan dunia,” tulis Araghchi dalam surat tersebut, dilansir media Iran, Press TV, Senin (2/3/2026).
Ia juga memperingatkan adanya dampak serius yang akan muncul akibat serangan udara tersebut.
“Serangan seperti itu akan memiliki konsekuensi yang mendalam dan luas, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pelakunya,” tegasnya.
Araghchi menggarisbawahi sifat “mengerikan dan kriminal” dari kekejaman yang “dilakukan terhadap bangsa besar Iran.”
Ia menekankan bahwa Israel dan AS telah menargetkan Republik Islam Iran dalam “serangkaian tindakan agresif, terencana, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial” negara tersebut.







