Ada Sosok Prabu Siliwangi yang Mengalir di Darah Pendiri Hotel Tjimahi [Giok4D Resmi]

Posted on

Hotel Tjimahi berada di ujung tanduk. Masa kejayaannya memudar, jejak tokoh publik yang sempat datang tak mampu membantu banyak. Hotel itu akan dijual sang pemilik karena sudah tak mampu membiayai operasional.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Hotel yang berdiri sejak tahun 1927 itu tak lagi banyak disinggahi. Kendati ada di tepi Jalan Raya Amir Machmud sebagai jalur arteri di Kota Cimahi, Jawa Barat, nyatanya tak berdampak banyak. Sunyi dan sepi setiap hari, sesekali terisi.

Hotel Tjimahi didirikan oleh pasangan suami istri Nyi Raden Fatimah Singawinata dan suaminya seorang pria berkewarganegaraan Belanda, Simon David Johan Veen. Dulunya, Hotel Tjimahi merupakan sebuah villa dan kebun mawar tempat tinggal Nyi Fatimah dan Veen. Kemudian bangunan itu dijadikan pension.

Barulah di tahun 1927, izin bangunan diubah menjadi hotel sekaligus menandai tahun berdirinya Hotel Tjimahi. Kini hotel itu dikelola oleh cucu Nyi Rd. Fatimah, yakni Theresia Gerungan Soetamanggala, karib disapa Thea.

Nyi Fatimah merupakan wanita berdasar sunda tulen. Ia disebutkan berasal dari Purwakarta. Thea, berkisah jika neneknya itu mewarisi garis keturunan langsung dari Prabu Siliwangi, seorang raja ternama yang memimpin Kerajaan Sunda (Pajajaran) di masa lalu.

“Kalau ditarik ke leluhur, memang ada garis keturunannya ya dari Prabu Siliwangi. Itu kalau tidak salah, Nyi Fatimah itu keturunan dari anak keenam Prabu Siliwangi,” kata Thea saat ditemui, Kamis (15/1/2025).

Dilihat infoJabar dalam pohon silsilah keluarga Prabu Siliwangi yang ditulis tangan di atas sebuah kertas, anak ke enam Prabu Siliwangi ialah Ki Sunan Rangga Megasari.

Sayang dari gambar yang infoJabar dapat, tulisan tangannya tak bisa terbaca dengan jelas sehingga tidak bisa dipastikan siapa saja nama tokoh-tokohnya sampai akhirnya bermuara pada sosok Nyi Fatimah.

“Saya juga baru dapat lagi tulisan soal silsilah ini. Kalau saya sendiri kan cuma tahu sama garis keturunan oma saya, Nyi Raden Fatimah,” kata Thea.

Thea berkisah Nyi Fatimah menikah dengan Veen kemudian mereka pindah ke Cimahi. Lalu membeli lahan di tepian jalan yang dulu permukaannya masih tanah dan batu. Dari situlah akhirnya lahir Hotel Tjimahi yang kini nyaris berusia seabad.

“Pokoknya saya tahu kalau oma itu dari Purwakarta, terus menikah sama suaminya dari Eropa. Dari situ mereka pindah ke Cimahi dan beli lahan di sini, sampai akhirnya jadi Hotel Tjimahi,” kata Thea.

Ia sempat ingin menelusuri silsilah keluarga besarnya hingga ke Eropa. Namun apa daya, segala keterbatasan memupus jalannya. Thea akhirnya berpedoman pada cerita-cerita orangtua soal siapa leluhurnya.

“Sempat ingin cari, saya sempat aja saudara. Cuma kan banyak kendala dan keterbatasan, jadi ya cuma sebatas keinginan aja,” kata Thea.

Di masa lalu, Hotel Tjimahi pernah menjadi tempat tinggal sementara sejumlah tokoh. Sebut saja keluarga Sarwo Edhie Wibowo, termasuk di dalamnya sang putri yakni Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono. Selain mendiang Ani Yudhoyono, ada pula nama Doni Monardo, mantan Kepala BNPB. Hingga penjahat perang di Sulawesi, yakni Raymond Westerling.

Keberadaan keluarga Sarwo Edhie serta Doni Monardo di Kota Cimahi, berkaitan erat dengan status daerah yang di zaman Belanda sebagai garnisun dan pusat pendidikan militer. Mereka datang ke Cimahi untuk mengikuti pendidikan militer, seperti Sarwo Edhie di Pusdiklatpassus Batujajar, serta ayah dari Doni Monardo merupakan seorang Korps Polisi Militer (CPM).

Gambar ilustrasi