Kawasan Rebana, Jawa Barat, meraup realisasi investasi sebesar Rp 36,67 triliun sepanjang 2025. Merujuk data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Mengutip akun media sosial resmi Badan Pengelola Kawasan Rebana Jawa Barat, Subang menjadi primadona dengan capaian tertinggi mencapai Rp18,2 triliun. Sumedang mengekor di posisi kedua dengan Rp5,63 triliun, disusul Kabupaten Cirebon Rp4,01 triliun.
Sementara itu, Majalengka mencatat Rp3,36 triliun, Indramayu Rp3,35 triliun, Kota Cirebon Rp1,85 triliun, dan Kuningan sebesar Rp253 miliar.
Dari sisi sektor usaha, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi mendominasi investasi dengan nilai Rp11,38 triliun, sekaligus menjadi tulang punggung utama kawasan. Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menyusul dengan Rp3,43 triliun, diikuti konstruksi Rp3,36 triliun.
Sektor kulit dan alas kaki serta tekstil masing-masing menyumbang Rp2,76 triliun dan Rp2,29 triliun.
Investor asal Asia Timur dan Asia Tenggara menjadi motor utama penanaman modal asing (PMA). Hong Kong memimpin dengan Rp8,97 triliun, disusul Vietnam Rp2,96 triliun, dan Korea Selatan Rp1,46 triliun. Tiongkok dan Singapura melengkapi daftar lima besar dengan investasi masing-masing Rp1,41 triliun dan Rp1,22 triliun.
Secara keseluruhan, arus modal di Kawasan Rebana sepanjang 2025 terkonsentrasi pada industri pengolahan dan transportasi. Subang dan Sumedang tetap menjadi magnet utama bagi para pemodal mancanegara yang ingin berekspansi di Jawa Barat.







