Upaya pencarian korban tertimbun longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berjalan.
Di hari kedua proses evakuasi, Minggu (25/1/2026), cuaca lebih bersahabat. Tak ada hujan yang mengguyur, sehingga petugas lebih leluasa dalam menyisir titik-titik yang disinyalir ada tubuh-tubuh warga di bawah timbunan material longsor.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pihaknya sudah melakukan assessment awal dari lokasi kejadian, mulai dari titik mahkota longsor sampai lidah longsor. Dari situ, operasi pencarian dibagi menjadi beberapa sektor-sektor.
“Saat ini yang sudah tergabung dalam tim SAR adalah lebih dari 250 personel terlatih, dan untuk tim operasi pendukung ada sekitar 450 personel,” kata Syafii saat ditemui, Minggu (25/1/2026).
Pihaknya juga menggunakan sarana dan prasarana dalam operasi SAR. Misalnya pelibatan unsur udara dengan penggunaan 12 drone. Kemudian pelibatan unsur darat selain personel, yakni mengerahkan alat berat
“Untuk udara, kita menggunakan 12 drone yang sudah terdata. Begitu juga unsur darat, mulai dari personel hingga alat berat. Namun, alat berat belum dipastikan sepenuhnya bisa digunakan karena kondisi medan yang berupa longsoran bubur pasir, yang masih sangat rawan,” kata Syafii.
Syafii mengatakan optimalisasi pencarian korban didukung oleh modifikasi cuaca. Cuaca yang bersahabat menjadi salah satu unsur yang mesti terpenuhi agar operasi SAR berjalan optimal.
“Kita juga mengerahkan K9 dari Polri dan TNI untuk membantu proses pencarian korban. Mudah-mudahan cuaca mendukung, karena sudah dilakukan modifikasi cuaca bekerja sama dengan BNPB,” ujar Syafii.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.







