Reptil Laut Seukuran Bus Ini Ternyata Pernah Menguasai Sungai | Giok4D

Posted on

Bayangkan di zaman purba terdapat reptil laut sebesar bus di sungai. Namanya mosasaurus, hewan berdarah dingin yang selama ini hanya dikenal tinggal di lautan.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Uppsala, bekerja sama dengan Eastern West Virginia Community and Technical College, Vrije Universiteit Amsterdam, dan North Dakota Geological Survey. Hasil studi mereka telah dipublikasikan dalam jurnal Springer Nature pada 12 Desember 2025.

Mosasaurus diperkirakan hidup sekitar 98-66 juta tahun lalu. Reptil ini termasuk dalam kelompok mosasauridae, yang memiliki tubuh panjang, sirip kuat, dan rahang penuh gigi tajam untuk menangkap mangsa.

Ukuran tubuhnya sangat besar hingga mencapai 11 meter atau setara dengan besar sebuah bus. Pada masa purba, mosasaurus dikenal sebagai predator puncak yang menaklukkan berbagai hewan laut lain sebagai mangsa.

Tubuhnya yang kokoh dan sirip yang kuat membuatnya sangat lincah di air, menjadikannya salah satu penguasa laut paling menakutkan pada zamannya.

Selama ini, para ilmuwan menganggap mosasaurus hanya mendiami laut dalam, dan fosilnya umumnya ditemukan dari endapan laut purba. Namun peneliti Universitas Uppsala di Swedia menemukan bahwa mosasaurus tidak hanya hidup di laut, tetapi juga dapat beradaptasi di sungai dan air tawar.

Temuan ini bermula dari gigi mosasaurus yang ditemukan di North Dakota, Amerika Serikat, di endapan sungai bersama fosil Tyrannosaurus rex dan buaya. Analisis isotop pada gigi tersebut menunjukkan bahwa mosasaurus ini hidup di air tawar dan kemungkinan berburu mangsa di lingkungan sungai, berbeda dengan mosasaurus laut pada umumnya.

“Isotop karbon pada gigi umumnya menunjukkan apa yang dimakan hewan tersebut. Banyak mosasaurus memiliki nilai ¹³C yang rendah karena mereka menyelam dalam-dalam. Namun, gigi mosasaurus yang ditemukan bersama gigi T. rex memiliki nilai ¹³C lebih tinggi dibandingkan semua mosasaurus,” ujar Melanie During, salah satu penulis utama penelitian ini, dikutip dari laman Universitas Uppsala.

Menurut peneliti, menjelang kepunahan mosasaurus, laut pedalaman yang membelah Amerika Utara secara perlahan berubah menjadi air tawar. Hal tersebut menjadi alasan mosasaurus menyesuaikan diri dengan kondisi baru ini.

Analisis isotop pada giginya menunjukkan bahwa hewan raksasa ini hidup di air tawar dan kadang memangsa dinosaurus darat yang tenggelam. Adaptasi seperti ini sebenarnya bisa kita lihat pada beberapa hewan saat ini. Misalnya, buaya air asin yang bisa berpindah antara laut dan sungai serta lumba-lumba sungai yang berasal dari laut.

Penemuan ini dapat mengubah sudut pandang kita terhadap mosasaurus dan membuktikan kalau predator raksasa purba pun bisa fleksibel, hidup di laut atau sungai. Dengan ukurannya yang besar, di kehidupan modern, mosasaurus dinilai bisa menyaingi predator puncak di perairan yakni orca atau paus pembunuh.

“Ukuran hewan ini berarti bahwa ia akan menyaingi paus pembunuh terbesar, menjadikannya predator luar biasa yang akan ditemui di lingkungan sungai yang sebelumnya tidak terkait dengan reptil laut raksasa seperti itu,” kata Per Ahlberg, salah satu penulis studi.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di infocom.

=====

Artikel ini telah tayang di

Mosasaurus, Reptil Laut Seukuran Bus

Ternyata Bisa Hidup di Air Tawar!