Banjir mulai merendam sejumlah titik di Kabupaten Subang pada Jumat (23/01/2026) sore. Titik pertama muncul di Kecamatan Pamanukan akibat meluapnya Sungai Kalensama, disusul jebolnya tanggul Sungai Cijengkol yang merendam ratusan rumah warga.
Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir meluas sejak Sabtu (24/01/2026) dini hari. Ribuan rumah di dua desa di Kecamatan Ciasem terendam. Hingga Sabtu siang, dampak banjir meluas ke tiga wilayah, yakni Kecamatan Ciasem, Blanakan, dan Pamanukan.
Yanti, warga perumahan Grand Texpia yang terdampak paling parah, menceritakan info-info air menerjang permukimannya. Air masuk dan merendam rumah hanya dalam hitungan info setelah tanggul penahan di sekitar perumahan jebol.
“Cepat banget air masuk, hanya hitungan info setelah jebol. Saya enggak sempat evakuasi barang atau pakaian,” ujar Yanti di lokasi banjir, Sabtu (24/01/2026).
Ia mengeluhkan harta bendanya yang ludes terendam, mulai dari dokumen penting, uang, hingga barang elektronik yang dipastikan rusak total.
“Saya enggak sempat ngapa-ngapain, Pak. Cepat banget air masuk. Berkas penting, uang, HP, TV, sampai kulkas habis semua. Ini baju saja saya pinjam karena tidak bawa pakaian ganti,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Dika. Hingga saat ini, ia dan warga lainnya masih berupaya menyelamatkan harta benda di tengah kepungan banjir setinggi lebih dari satu meter.
“Memang tadi sudah mengungsi, cuma sekarang kembali ke rumah mau menyelamatkan barang-barang. Kalau ada yang bisa diambil, kita angkut pakai perahu karet petugas,” ucap Dika di depan rumahnya.
Pantauan di lokasi, perumahan tersebut kini kosong ditinggalkan penghuninya. Aliran listrik telah dimatikan petugas demi keamanan. Sementara itu, beberapa warga masih terlihat bahu-membahu mengevakuasi barang sisa yang bisa diselamatkan menggunakan perahu karet








