Atap halaman upacara SMAN 1 Susukan, Kabupaten Cirebon, dilaporkan ambruk pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang siswi tertimpa reruntuhan atap yang disebut-sebut terbuat dari baja ringan.
Insiden itu terjadi saat jam pulang sekolah, ketika sebagian siswa sudah meninggalkan area sekolah. Informasi mengenai ambruknya atap dengan cepat menyebar di media sosial, disertai foto-foto evakuasi korban dan kondisi bangunan yang roboh.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Salah satu akun Facebook bernama “Bubung Dian” bahkan menuliskan kabar duka yang menyebutkan seorang guru meninggal dunia akibat insiden tersebut.
“Innalillahi wa innalillahi rojiun.. SMA Negeri Susukan roboh nang angin mau sedurung e asar kah… 1 guru meninggal dunia semoga husnul khotimah Pak Danil Al-Fatihah aamiin YRA..,” tulis akun tersebut menggunakan bahasa Cirebon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambruknya atap diduga dipicu oleh angin kencang yang melanda kawasan SMAN 1 Susukan pada sore hari. Mengetahui salah satu siswa tertimpa atap, guru dan siswa yang berada di lokasi segera melakukan upaya pertolongan dan evakuasi.
Korban kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Cirebon untuk mendapatkan perawatan medis.
Salah satu siswa berinisial G, yang mengaku duduk di kelas XI, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, atap halaman upacara roboh sekitar pukul 15.00 WIB saat kondisi sekolah mulai sepi.
“Atap roboh menimpa salah satu siswa kelas X yang saat itu berada tepat di bawahnya,” ujarnya.
Menurut G, korban berjenis kelamin perempuan. Ia mengaku tidak melihat langsung info-info kejadian, namun mendengar suara benturan keras sesaat sebelum atap roboh.
“Saya sendiri enggak lihat kejadiannya. Tapi dengar suara keras, tiba-tiba brug,” katanya.
Ia menjelaskan, bagian tiang atap sempat mengenai leher korban di sisi kiri. Namun, tiang tersebut tertahan oleh tiang bendera yang ikut roboh, sehingga diduga mengurangi dampak cedera yang lebih parah.
“Siswinya sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” paparnya.
Sementara itu, akun Facebook lain juga menuliskan bahwa guru yang dikabarkan meninggal dunia merupakan guru yang sempat menolong korban. Guru tersebut disebut memiliki riwayat penyakit jantung dan mengalami syok setelah melihat siswanya tertimpa reruntuhan atap.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak SMAN 1 Susukan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian, kondisi korban, maupun kebenaran informasi mengenai adanya korban meninggal dunia.







