Mimpi Besar Nurmala Jadikan Cokelat Oleh-oleh Khas Indramayu update oleh Giok4D

Posted on

Dari sebuah dapur kecil di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, tumbuh harapan besar akan lahirnya oleh-oleh khas daerah berbahan cokelat.

Harapan itu datang dari Nurmala Mulia Utami, pelaku UMKM yang merintis Almasia Chocolate, usaha cokelat karakter dan cokelat custom yang mulai digelutinya sejak 2022.

Ide tersebut berawal dari pengalaman Nurmala beberapa tahun silam. Pada 2017, ia membeli cokelat karakter saat berkunjung ke Cirebon.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Dari sana, muncul keinginan untuk menghadirkan produk serupa di Indramayu, dengan sentuhan kreativitas dan konsep personalisasi yang lebih beragam.

Almasia Chocolate menerapkan sistem produksi berbasis pesanan. Menurut Nurmala, cokelat box custom menjadi produk paling diminati. Biasanya dipesan untuk berbagai momen spesial, seperti ulang tahun, pernikahan, hingga perayaan tertentu.

Sementara itu, cokelat karakter lebih sering dipilih sebagai suvenir, misalnya untuk peringatan Hari Guru dan acara seremonial lainnya.

“Cokelat custom ukurannya lebih besar dan cocok dinikmati bersama. Kalau cokelat karakter, bentuknya unik dan lebih pas untuk hadiah atau suvenir,” tutur Nurmala kepada infoJabar, saat ditemui di rumahnya pada Selasa, (20/1/2026).

Tak berhenti pada pengembangan produk, Nurmala juga menyimpan cita-cita sosial melalui usahanya.

Ia berharap Almasia Chocolate kelak dapat membuka lapangan kerja dan melibatkan warga di sekitarnya dalam proses produksi.

“Keinginannya, warga sekitar bisa ikut terlibat dan bekerja bersama. Saya juga berharap cokelat ini bisa jadi identitas Indramayu, misalnya sebagai oleh-oleh khas daerah,” ujarnya.

Sebagai bentuk inovasi, Nurmala berencana menghadirkan varian rasa mangga. Pilihan ini bukan tanpa alasan, mengingat Indramayu dikenal luas sebagai salah satu sentra penghasil mangga di Jawa Barat. Ia optimistis, perpaduan cokelat dan cita rasa mangga dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Dengan semangat berinovasi dan visi jangka panjang yang jelas, Nurmala yakin Almasia Chocolate mampu berkembang menjadi produk unggulan Indramayu, tak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga menembus pasar nasional.

Di sisi lain, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Imam Mahdi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendukung pelaku ekonomi kreatif.

Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, seperti pelaksanaan bimbingan teknis dan berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun provinsi dan pusat.

“Pelaku ekraf juga dilibatkan dalam kegiatan promosi, mulai dari pameran tingkat lokal hingga nasional, difasilitasi pengurusan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta diikutsertakan dalam lomba-lomba sesuai bidangnya. Ditambah dengan monitoring dan evaluasi terhadap pelaku ekraf,” kata Imam saat dihubungi infoJabar pada Selasa (20/1/2026).

Saat ditanya terkait potensi Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) sebagai ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif, Imam membenarkan hal tersebut.

“Ya, betul. Pemerintah juga berupaya menyelenggarakan event lokal dan nasional, guna memberikan kesempatan pelaku ekraf memperomosikan produknya. Event-event lokal misalnya menyelenggarakan CFD dan CFN secara kontinu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Imam mengungkapkan bahwasanya semua upaya dari Pemerintah Kabupaten Indramayu tersebut akan disesuaikan dengan APBD yang tersedia.

“Semua upaya itu dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang ada,” pungkas Imam Mahdi.