Kata-kata Nyelekit Picu Karyawan Bantai Keluarga Bos

Posted on

Latar Belakang dan Motif Tragedi ini terjadi pada Februari 2015 di Purwakarta, Jawa Barat, yang melibatkan seorang pemuda berusia 23 tahun berinisial VMH. Motif utama pembunuhan ini adalah dendam mendalam setelah VMH menerima teguran keras dan kata-kata menyakitkan dari atasannya, W, di tempat kerja.

Sang atasan bahkan menantang VMH untuk melaporkan masalah tersebut ke HRD jika tidak terima, yang memicu niat VMH untuk melakukan pembalasan.

• Niat Awal: Pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, VMH mendatangi rumah atasannya dengan membawa sebilah pisau dalam tasnya, berniat untuk menantang duel sang atasan.

• Konfrontasi: Setibanya di sana, VMH mendapati bahwa atasannya tidak ada di rumah. Ia justru bertemu dengan istri atasannya, SR (35), yang sedang hamil empat bulan. SR yang curiga mencoba mengusir VMH hingga meneriakinya “maling” untuk meminta bantuan warga.

• Aksi Pembunuhan: Karena gelap mata dan emosinya memuncak, VMH mematikan saklar listrik rumah tersebut dan menyerang SR dengan pisau sebanyak lima kali hingga korban ambruk. Tragisnya, dua anak korban yang berusia 10 dan 6 tahun mencoba melindungi ibunya, namun mereka juga turut dihabisi oleh VMH tanpa belas kasihan.

Penangkapan dan Vonis Hukum: Setelah kejadian, VMH sempat mencoba melarikan diri ke kampung halamannya di Kendal, Jawa Tengah, namun ia berhasil ditangkap oleh polisi keesokan harinya.

Pada Oktober 2015, Hakim Pengadilan Negeri Purwakarta menjatuhkan vonis hukuman mati kepada VMH karena terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana dan kekerasan yang menyebabkan kematian anak. Meskipun VMH mengajukan banding hingga kasasi, perlawanan hukumnya ditolak dan ia tetap dijatuhi pidana mati.

Kronologi Kejadian