Pemain Persib Bandung Thom Haye mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan usai laga Persib melawan Persija Jakarta akhir pekan lalu. Polisi siap menindaklanjuti apabila ada laporan masuk.
“Belum ada,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan via pesan singkat, Selasa (13/1/2025).
Hendra mengatakan, pihak kepolisian siap menerima laporan resmi dari pihak Thom Haye atau Persib.
“Ya kami mempersilahkan kehadiran Thom Haye maupun kuasa hukum Persib apabila nanti datang untuk laporan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Thom Haye mengaku dia dan keluarganya mendapat ancaman pembunuhan. Pengakuan itu disampaikan pemain Timnas Indonesia itu melalui unggahan di media sosial Instagramnya.
Sementara itu, manajemen Persib buka suara atas apa yang dialami eks pemain Almere City itu. Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhi Pratama menyayangkan tindakan tersebut. Menurutnya, pesan yang diterima Thom Haye bukan sekadar kritik, melainkan sudah melampaui batas dengan muatan ujaran kebencian, rasisme, hingga ancaman terhadap nyawa.
“Kami menyayangkan adanya pesan-pesan bernada ancaman, ujaran kebencian, rasisme, hingga ancaman pembunuhan yang diterima pemain kami, Thom Haye, melalui media sosial pascapertandingan Persib kontra Persija pada Minggu, 11 Januari 2026,” ujar Adhi dalam keterangannya.
Persib menegaskan sepak bola tidak boleh menjadi ruang bagi kekerasan verbal atau intimidasi dalam bentuk apapun. Klub menilai ancaman tersebut bertentangan dengan nilai dasar olahraga yang menjunjung sportivitas dan rasa saling menghormati.
“Persib menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan verbal, ancaman, dan rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Sepak bola seharusnya menjadi ruang pemersatu, menjunjung tinggi sportivitas, fair play, serta rasa saling menghormati, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tegasnya.
Adhi juga mengakui rivalitas merupakan bagian tak terpisahkan dari kompetisi, terlebih dalam laga sarat gengsi seperti Persib vs Persija. Namun, ia menekankan rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian personal yang mengancam keselamatan individu.
“Kami memahami bahwa rivalitas adalah bagian dari dinamika kompetisi, namun rivalitas tidak boleh berubah menjadi kebencian personal yang mengancam keselamatan individu. Kritik terhadap permainan adalah hal yang wajar, tetapi intimidasi, rasisme, dan ancaman nyawa adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” lanjut Adhi.
Sebagai klub profesional, Persib menyatakan komitmennya terus mendukung kampanye Stop Racism dan menciptakan iklim sepak bola yang aman serta bermartabat. Klub juga mengajak seluruh elemen sepak bola, termasuk suporter semua tim, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas.
“Persib mendukung penuh komitmen bersama untuk Stop Racism dan mengajak seluruh insan sepak bola, termasuk suporter dari semua klub, untuk bersama-sama menjaga iklim sepak bola Indonesia yang aman, sehat, dan bermartabat,” katanya.







