Vihara Dharma Rahayu, Saksi Bisu Sejarah Tionghoa yang Tetap Kokoh

Posted on

Vihara Dharma Rahayu yang terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, hingga kini masih berdiri kokoh. Keaslian bentuknya tetap terjaga meski telah berusia lebih dari satu abad.

Vihara tertua di Kabupaten Indramayu ini dibangun pada 1848 oleh Poey Soen Kam dan awalnya bernama Kelenteng An Tjeng Bio.

Sungai Cimanuk pada masa itu merupakan pusat keramaian karena menjadi jalur utama perdagangan di Bumi Wiralodra. Banyak warga Tionghoa datang untuk berdagang, hingga akhirnya sebuah lahan di dekat sungai dialihfungsikan menjadi tempat ibadah bagi umat Konghucu.

Juru kunci Vihara Dharma Rahayu Suryana menuturkan nama tempat ibadah ini berganti pada 1880 menjadi Vihara Dharma Rahayu dan tetap difungsikan hingga sekarang.

“Walaupun sudah sangat tua, bangunan vihara ini masih asli dan terawat,” ujar Suryana saat ditemui, Jumat (9/1/2024).

Keaslian bangunan terlihat dari arsitektur khas Tionghoa yang tetap dipertahankan, lengkap dengan ornamen dan patung dewa di setiap ruangan. Kondisi ini menjadikan vihara tersebut salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Indramayu.

Selain tempat ibadah, Vihara Dharma Rahayu memiliki peran sosial bagi masyarakat sekitar. Dahulu, vihara ini menjadi ruang interaksi lintas agama dan etnis.

“Dulu banyak kegiatan sosial di sini. Vihara ini menjadi tempat pertemuan. Yang datang bukan hanya umat Konghucu, melainkan dari berbagai latar belakang,” kata Suryana.

Namun, seiring waktu, jumlah umat yang aktif beribadah mengalami penurunan. Menurut Suryana, hal itu dipengaruhi oleh faktor urbanisasi dan perubahan pola hidup generasi muda.

“Dulu kegiatan peribadatan seperti Imlek dan Cap Go Meh sangat ramai. Tapi sekarang banyak generasi penerus yang sudah tidak tinggal di Indramayu,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, hanya tersisa sekitar lima umat Konghucu yang masih aktif mengunjungi vihara hampir setiap akhir pekan.

Meski demikian, Suryana tetap berkomitmen menjaga keberadaan Vihara Dharma Rahayu sebagai warisan sejarah dan simbol kerukunan umat beragama di Indramayu. Ia menyampaikan, saat ini banyak pemuda datang sekadar untuk mengabadikan momen dan menyaksikan langsung saksi bisu perjalanan sejarah Indramayu selama lebih dari satu abad.

“Mereka bikin konten buat media sosial, katanya juga ingin tahu sejarah secara langsung,” ucap Suryana.

Meski jumlah umat yang beribadah menyusut, Vihara Dharma Rahayu tetap berdiri kokoh. Bangunan ini menjadi bukti nyata sejarah masifnya pengaruh budaya Tionghoa di Kabupaten Indramayu.