Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Puluhan ekor ayam milik warga di Dusun Bangbayang Kaler, Blok Gondang, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, dilaporkan mati akibat serangan hewan buas pada Jumat (9/1).
Sedikitnya sekitar 30 ekor ayam ditemukan mati dan berserakan di sekitar kandang. Kondisi kandang yang jebol semakin menguatkan dugaan adanya serangan hewan liar. Meski belum dapat dipastikan jenis hewan yang menyerang, warga setempat menduga pelaku merupakan satwa liar yang turun dari kawasan Gunung Sawal.
Kepala Desa Bangbayang, Asep Riky Darmawan membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, lokasi kandang ternak berada cukup dekat dengan permukiman warga, yakni sekitar 50 meter.
“Peristiwanya diketahui Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB saat penjaga kandang hendak memberi pakan. Saat itu kondisi kandang sudah rusak dan ayam-ayam berserakan, jumlahnya sekitar 30 ekor,” ujar Asep saat dihubungi, Sabtu (10/1/2026).
Ayam-ayam tersebut diketahui milik Yana, warga yang berdomisili di Jakarta, dan sehari-hari dipelihara oleh seorang warga setempat bernama Toto. Menurut Asep, jejak telapak kaki yang ditemukan di sekitar kandang menjadi petunjuk penting dalam mengungkap hewan yang menyerang ternak warga.
“Masih dugaan antara anjing liar, serigala, atau macan. Tapi kalau dilihat dari jejak kakinya yang cukup besar, warga lebih cenderung menduga itu macan,” jelasnya.
Asep menambahkan, kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu di wilayah tersebut. Di mana ternak kambing milik warga juga menjadi sasaran serangan hewan buas. Pihak desa pun telah berkoordinasi dan menunggu pemeriksaan lanjutan dari aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Pemerintah desa mengimbau warga agar lebih waspada dan meningkatkan pengamanan kandang ternak, terutama bagi warga yang tinggal dekat dengan kawasan hutan.
“Kami minta warga memperkuat kandang, dikunci lebih rapat, dan rutin mengecek kondisi ternaknya. Kami khawatir kejadian ini bisa terulang,” katanya.
Asep berharap adanya perhatian dari instansi terkait untuk menangani konflik satwa liar yang mulai meresahkan masyarakat.
“Jika memang terbukti macan yang turun memangsa ternak warga, kami berharap ada solusi dari pihak berwenang agar satwa bisa kembali ke habitatnya dan warga merasa aman,” pungkasnya.







