Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta Dinas Pertanian terus meningkatkan produksi beras. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan program asta cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.
Dadang menginginkan dinas terkait untuk fokus menggenjot produksi beras di Kabupaten Bandung. Salah satu upayanya adalah memastikan data mengenai jumlah petani, luas lahan sawah atau lahan pertanian lain di Kabupaten Bandung.
“Saya minta mapping berapa ribu hektare sawah. Saya akan menjawab apa yang dicita-citakan oleh Pak Presiden, bahwa Kabupaten Bandung bisa swasembada pangan,” ujar Dadang kepada awak media, Kamis (8/1/2026).
Dadang mengungkapkan, telah melakukan pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. Maka Kabupaten Bandung akan menyambut program tersebut dengan baik dan mendukungnya.
“Kalau menyimak apa yang disampaikan Pak Presiden di Karawang, impian Pak Presiden tiada lain adalah swasembada pangan dengan cara fokus terhadap produksi. Indonesia sekarang tidak lagi impor, bahkan ke depan targetnya kita bisa ekspor,” katanya.
Selain itu, Dadang pun meminta adanya penyelesaian infrastruktur pendukung pertanian. Diantaranya Irigasi yang memadai, jalan usaha tani yang layak, serta infrastruktur pertanian lainnya.
“Itu menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Bandung. Sekarang cuma dianggarkan Rp1,2 miliar. Kalau anggarannya kurang, kita usulkan ke Kementerian Pertanian dan Kementerian PU. Pak Wamen juga bertanya apa yang dibutuhkan Kabupaten Bandung,” kata Dadang.
Dadang mengingatkan, Dinas Pertanian untuk mengganti program yang bersifat seremonial dan tidak berdampak. Kata dia, lebih baik membuat program yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh petani dan peternak.
“Tak hanya itu pendampingan dan pengawasan juga tidak boleh dilupakan. Pokoknya saya titip, program yang mendukung program prioritas Pak Presiden harus jadi prioritas. Oleh karena itu, saya minta Kadis dan para Kabid harus memahami secara utuh apa yang menjadi output maupun outcome programnya,” tegasnya.
Dia menambahkan, peningkatan produksi telur pun harus terus dilakukan. Hal tersebut dilakukan supaya memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kebutuhan MBG mencapai 1000 ton per bulan. Saya minta Distan harus bergerak cepat supaya selaras dengan keinginan Pak Presiden. Program peternakan ayam petelur saya minta dilaksanakan mulai Januari ini karena kita butuh telur untuk MBG. Jangan ditunda-tunda, kenapa harus Maret,” pungkasnya.







