Pamit Jajan Menembus Banjir Bocah 6 Tahun di Tasikmalaya Hilang

Posted on

Seorang anak dilaporkan hilang usai pamit jajan di Kampung Cibaregbeg, Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Bocah tersebut diketahui bernama Zaydan (6) warga Perumahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian kejadian itu berawal saat Zaydan bersama Delia (40) ibunya dan Janisa (18) kakaknya mendatangi kantor Kelurahan Tugujaya, Jumat sore tadi.

“Saya lagi mengurus Bansos di Kantor Kelurahan. Terus anak saya yang kecil lapar, terus jajan sama kakaknya,” kata Delia.

Saat itu cuaca baru saja hujan deras sejak pukul 15.00 WIB. Jalan sempat banjir lantaran selokan yang meluap di depan kantor Kelurahan Tugujaya.

Janisa bersama Zaydan kemudian berjalan menembus banjir menuju sebuah warung gorengan yang terletak di samping kiri Kantor Kelurahan, tak jauh dari selokan.

Saat berada di warung, Zaydan pamit ke kakaknya mau kembali ke kantor kelurahan. Janisa pun membiarkan adiknya itu kembali ke Kantor Kelurahan.

Tapi setelah selesai jajan, Janisa yang kembali ke ibunya di Kantor Kelurahan tak mendapati Zaydan. Janisa menyebut Zaydan pulang duluan, sementara Delia juga mengira Zaydan masih bersama kakaknya. Kepanikan pun akhirnya terjadi, karena hingga pukul 20.45 WIB malam ini keberadaan Zaydan belum ditemukan.

Imas (60), pedagang gorengan yang berada di samping Kantor Kelurahan, dekat selokan membenarkan, jika Janisa dan Zayda sempat jajan ke warungnya.

“Iya tadi pas banjir, pas mau magrib ada remaja perempuan sama anak kecil jajan. Jajan gorengan,” kata Imas.

Imas mengatakan saat fokus melayani jajanan, dia sempat melihat anak kecil itu meninggalkan warung sendirian.

“Anak kecilnya pakai baju belang, celana panjang. Iya dia pergi duluan dari warung, pergi ke arah Kantor Kelurahan,” kata Imas.

Tapi Imas tak melihat kemana anak itu pergi, karena sudah luput dari pandangannya dari dalam warung. Dia membenarkan jika selokan yang berada di antara Kantor Kelurahan dan warungnya sedang meluap. genangan di jalan depan warung mencapai sekitar 25 sentimeter.

“Saya nggak lihat, ya kalau anak itu kebawa banjir pasti saya juga histeris atuh. Nggak terdengar juga suara byur atau apa, karena kalah oleh suara gemuruh air selokan yang banjir,” kata Imas.

Imas sendiri mengaku panik, saat Delia dan Janisa kembali ke warungnya untuk menanyakan Zaydan.

“Saya nggak lihat, karena fokus melayani. Kan setelah itu ada 2 orang lagi yang jajan, mereka juga mengaku nggak lihat anak itu,” kata Imas.

Kepanikan yang dialami oleh Delia akhirnya memancing kehebohan warga. Warga berusaha membantu mencari, tapi hasilnya masih nihil.

Tak lama berselang petugas BPBD dan Polsek Cihideung datang untuk melakukan penyelidikan atas kehebohan itu.

Pihak kepolisian sendiri belum bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada anak itu. Sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan, dan anak itu dalam status hilang. Meski demikian penyisiran terhadap alur selokan dengan lebar sekitar 1 meter itu tetap dilakukan.

“Benar ada informasi kejadian anak hilang di Kelurahan Tugujaya Cihideung. Masih dilakukan penyelidikan, tim dari Polsek sedang di lokasi. Belum bisa dipastikan apakah anak itu hanyut,” kata Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Jajang Kurniawan.

Pantauan di lokasi kejadian keluarga korban tampak terpukul dengan hilangnya Zaydan. Beberapa anggota keluarga terlihat histeris.

Sementara puluhan warga berdatangan untuk membantu melakukan pencarian.