Taman tematik di Kota Bandung jadi sasaran perusakan oknum yang tidak bertanggungjawab. Pencurian kabel, pompa air, perusakan fasilitas hingga vandalisme pun terjadi. Informasi ini disampaikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung.
Hal tersebut membuat Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi heran dengan ulah oknum warga. Asep meminta kepada Pemkot Bandung untuk lebih ketat dalam menjaga aset.
“Pemerintah harus lebih kuat untuk antisipasi, jangan sampai kejadian serupa berulang,” kata Asep kepada infoJabar, Minggu (30/11/2025).
Asep menyebut, jangan sampai fasilitas rusak atau dicuri, terutama lampu taman yang membuat kondisi taman gelap dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Harus terang, jangan sampai gelap, harus caang baranang,” ujar Asep.
“Kalau gelap, maaf ya, nanti disalahgunakan. Jadi harus diupayakan oleh Pemkot Bandung untuk membuat Bandung caang baranang,” tambahnya.
Asep ingatkan warga untuk saling menjaga dan minta Pemkot tingkatkan pengawasan, serta memberi efek jera terhadap pelaku perusakan hingga pencurian.
“Harus diantisipasi kalau terjadi pengembalian oleh oknum, harus diantisipasi ada pengawasan lebih ketat dan itu harganya mahal ya,” ujarnya.
Pemkot Bandung kembali memperbaiki sejumlah taman dan ruang terbuka hijau (RTH) pada tahun 2025. Selain revitalisasi taman berskala besar seperti Taman Lansia, Alun-alun Bandung, Babakan Siliwangi, dan zona olahraga kolong Pasupati, Pemkot juga melakukan pemeliharaan rutin di taman tematik lainnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Plt Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi DPKP Kota Bandung, Yuli Ekadianty mengatakan, meski fokus tahun ini berada pada empat area besar, pemeliharaan taman lain tetap berjalan. Beberapa taman bahkan dikembalikan fungsinya setelah sekian lama tidak optimal.
“Banyak taman tematik yang kami pelihara kembali, meskipun anggarannya tidak besar. Contohnya di Taman Panda, air mancurnya sudah berfungsi lagi. Kami juga memelihara taman-taman lainnya,” kata Yuli dalam rilis Humas Pemkot Bandung.
Menurut Yuli dibalik upaya perbaikan, DPKP menghadapi persoalan serius seperti vandalisme dan pencurian fasilitas taman. Beberapa insiden terjadi hanya dalam waktu singkat setelah taman diperbaiki.
Menurut Yuli, kabel lampu sepanjang 200 meter di Taman Lansia hilang tak lama setelah pembukaan. Kasus terbaru terjadi di Taman Panda, dua pompa air mancur hilang sehingga fasilitas yang baru dihidupkan kembali tidak dapat berfungsi.
“Teman-teman sudah memperbaiki dan menyalakan lampu, tapi kabelnya dicuri. Di taman lain, pompa air hilang padahal baru kami aktifkan,” ungkapnya.
Menurut Yuli, CCTV dipasang di sejumlah taman. Ia menilai, teknologi tidak akan mampu menjaga fasilitas bila masyarakat tidak ikut melindungi lingkungan publik.
“CCTV itu ada, tapi penjagaan tidak bisa hanya mengandalkan kamera. Masyarakat juga harus merasa memiliki taman-taman ini,” ujarnya.
Yuli mengajak masyarakat Kota Bandung serta pengunjung dari luar kota untuk ikut menjaga fasilitas taman. Menurut Yuli, keindahan dan kenyamanan ruang publik tidak bisa dipertahankan jika hanya mengandalkan pemerintah.
“Kalau taman kita bagus, bersih, tertib, yang menikmati juga masyarakat sendiri. Jadi kami menghimbau untuk bersama-sama menjaga, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme, dan tidak mengambil fasilitas taman,” pungkasnya.







